TRP
Daerah Gombong Terancam Pabrik Semen
22 Februari 2016 \\ \\ 335

JAKARTA — Kawasan karst di Gombong, Jawa Tengah, diincar industri semen, setelah Pati dan Rembang. Padahal, area karst di Gombong dicanangkan menjadi Daerah Geologi dan Ekokarst di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Rencana masuknya pabrik semen di Gombong terungkap dari Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT Semen Gombong Nomor 503/03/P-IL/II/2016. "Surat itu dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Pemerintah Kabupaten Kebumen tanggal 3 Februari 2016," kata Koordinator Bidang Konservasi, Advokasi, dan Kampanye Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI) Petrasa Wacana, Jumat (19/2), di Jakarta.

MSI menyatakan penolakan pendirian pabrik semen di Gombong. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Kebumen tak memberikan izin pembangunan pabrik semen di karst Gombong.

Dalam kertas posisi MSI yang ditandatangani Pengurus Besar MSI Cahyo Rahmadi disebutkan, kawasan karst Gombong sebelumnya dicanangkan sebagai Kawasan Geologi dan Ekokarst oleh presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, di Pendopo Sewoko Projo, Kabupaten Gunung Kidul, 6 Desember 2004.

Kawasan itu seharusnya dilindungi kelestariannya karena bermanfaat tinggi bagi warga dan keragaman hayati. Penetapan karst Gombong jadi area ekokarst melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 961.K Tahun 2003.

Pendirian pabrik semen dan penambangan batu gamping mengancam mata air yang penting bagi warga, seperti Banyumudal dan Kali Sirah. Menurut riset MSI, sistem sungai bawah tanah dari Goa Pucung ke Goa Candi dan berakhir di Kali Sirah mengalir di kawasan izin usaha pertambangan (IUP) PT Semen Gembong. Meski mulut Goa Pucung di luar IUP, sungai bawah tanah di luar kawasan Gombong yang semestinya masuk daerah lindung geologi sesuai Peraturan Menteri ESDM No 17/2012 dan bukan untuk area tambang.

Pembatasan produksi

Maraknya pendirian pabrik semen di Jawa, menurut Petrasa, kemungkinan bukan untuk memenuhi permintaan domestik. Namun, itu dipengaruhi pembatasan produksi semen di Tiongkok sejak 2013. Tiongkok adalah produsen semen terbesar di dunia. Menurut kantor berita Reuters, Kementerian Perlindungan Lingkungan Tiongkok menekan produksi semen hingga 37 juta ton pada 2015.

Menurut data MSI, mayoritas pabrik semen ada di Jawa. Kapasitas produksi dari tiga perusahaan besar di Jawa 11.084,01 juta ton dan cadangan tiga industri semen itu 13.930,60 juta ton.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, persaingan industri semen berat. Ada belasan perusahaan di Indonesia. "Kami coba berarti bagi warga," ujarnya.

Pembangunan pabrik semen di Rembang diliputi penolakan warga. Dari sisi hukum, sejumlah gugatan yang diajukan lembaga swadaya masyarakat dan warga dimenangi PT SI. Namun, penolakan terjadi di lapangan.

Meski menang gugatan, PT SI akan merangkul warga. Selain merekrut lebih dari 1.000 warga sekitar pabrik yang belum operasi penuh, perusahaan negara itu menganggarkan dana tanggung jawab sosial Rp 20 miliar pada 2016, lebih tinggi dari 2015 sebesar Rp 11 miliar. (AIK/GSA)

Sumber: Kompas | 22 Februari 2016

Artikel Terkait.
Berikan komentar.