TRP
DKI Bangun Terusan Busway ke Tangerang
22 Februari 2016 \\ \\ 421

JAKARTA — Proyek pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta dari Jalan P Tendean-Ciledug (Pesanggrahan, Jakarta Selatan) akan diteruskan ke Central Business District Ciledug hingga Pusat Transportasi Terpadu, Poris Plawad, Kota Tangerang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membangun proyek terusan jalan sepanjang 17 kilometer dari Ciledug Pesanggrahan-CBD Ciledug (5 kilometer) hingga Poris Plawad (12 km).

Rencana pembangunan terusan jalan tersebut yang merupakan bagian dari transportasi Jabodetabek terintegrasi ini tertuang dalam kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, akhir pekan lalu, membenarkan adanya kesepakatan tersebut.

"Semula, Pemerintah Provinsi DKI akan menyerahkan dana untuk pembangunan infrastruktur transportasi itu ke Pemkot Tangerang. Akan tetapi, setelah bertemu, Wali Kota Tangerang mengatakan, mereka agak kerepotan dengan sumber daya untuk membangunnya. Jadi, kenapa tidak DKI saja yang membangun, lalu setelah selesai diserahkan kepada Tangerang," tutur Basuki.

Menurut Basuki, kendala yang dihadapi adalah status kepemilikan ruas jalan yang dilalui jalur bus transjakarta, yakni Jalan HOS Cokroaminoto atau Ciledug Raya bukan jalan milik Kota Tangerang, tetapi jalan Provinsi Banten. Dengan begitu, Pemkot Tangerang wajib berkoordinasi dengan Gubernur Banten untuk meminta agar jalan itu dilimpahkan untuk Pemkot Tangerang.

Kendala lain adalah proyek pembangunan jalur bus transjakarta Koridor XIII (Tendean-Blok M-Ciledug), yang sekarang sedang dalam proses pembangunan, hingga ke batas Kota Tangerang akan selesai tahun 2017. Sementara masa jabatan Basuki sebagai gubernur akan berakhir Oktober 2017.

"Jika jalur itu mulai dibangun tahun 2017, pelaksanaannya tidak mungkin secara tahun jamak. Apakah mau kalau nanti jadi setengah saja," ujar Basuki.

Menurut Basuki, sebagai salah satu solusi, Pemprov DKI Jakarta dapat memanfaatkan keputusan presiden tentang penunjukan badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah untuk membangun jalur bus transjakarta lanjutan itu lalu membeli kembali.

Terkait dengan itu, Basuki mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk mengkaji kemungkinan menggunakan cara itu.

Meski jalur bus transjakarta Koridor XIII sudah jadi, tidak ada persoalan teknis untuk membangun jalur lanjutannya hingga ke perempatan CBD Ciledug atau sekitar 5 kilometer berikutnya. Bahkan, jalur lanjutan direncanakan hingga ke Poris Plawad.

"Intinya 15 koridor transjakarta akan menjangkau hingga Depok dan Bekasi. Kami ingin agar warga sekitar Jakarta yang akan ke Jakarta hanya membayar Rp 3.500, seperti tarif transjakarta pada umumnya. Warga semakin hemat dan produktif," kata Basuki.

Basuki juga tidak mempersoalkan angkutan umum, seperti bus besar dan sedang, yang berimpitan dengan jalur transjakarta yang baru itu. Apalagi dengan rencana integrasi angkutan umum ke dalam manajemen PT Transportasi Jakarta dengan sistem pembayaran per kilometer jarak yang ditempuh.

Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah membenarkan adanya kesepakatan itu. "Kami sangat senang jika Pemerintah Provinsi DKI yang akan meneruskan membangun jalur tersebut agar lebih mudah dalam mekanisme proses pembangunan," kata Arief.

Arief juga meminta dukungan Gubernur Banten agar mempermudah penggunaan jalan yang akan dilewati karena milik Pemerintah Provinsi Banten. "Sejauh ini, amdal, FS (feasibility studies atau studi kelayakan), dan DED (detail engineering design atau rancangan teknik rinci) ini sudah selesai. Tahun ini, DED akan dilelang. Kami mengusulkan, jika memungkinkan, pembangunan fisik diusulkan tahun ini juga," kata Arief. (FRO/PIN)

Sumber: Kompas | 22 Februari 2016

Artikel Terkait.
Berikan komentar.