TRP
Pemerintah Pangkas Puluhan Izin Daerah
28 Desember 2015 \\ \\ 287

BATAM — Pemerintah tengah berusaha memangkas hingga 32 izin daerah untuk mempercepat program rumah murah. Rangkaian perizinan saat ini menjadi salah satu penghambat penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Butuh 44 izin untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pengurusannya bisa menghabiskan dua tahun. Kapan mau selesai programnya kalau perizinan saja selama itu?" ujar Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Agung Mulyana, Rabu (23/12), di Batam, Kepulauan Riau.

Direktorat Jenderal Administrasi Wilayah menargetkan maksimal 12 izin daerah yang diperlukan untuk membangun perumahan. Waktu pengurusan juga akan dipangkas lebih dari separuh dibandingkan proses lama.

Daftar izin yang akan dipangkas sudah disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. Agung menargetkan mulai 2016 tidak ada lagi 32 izin, yang selama ini dibutuhkan untuk membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah, lanjut Agung, juga menyiapkan sejumlah kebijakan tambahan untuk menyukseskan penyediaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah bagi aparatur sipil negara (ASN). ASN setara golongan I dan II memang termasuk masyarakat berpenghasilan rendah sehingga bisa mendapatkan rumah lewat program itu. "Ada usulan diskon bea pengalihan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan IMB. Pemotongan itu bisa menekan harga rumah," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Real Estat Indonesia (REI) Khusus Batam Djaja Roeslim mengatakan, perizinan bukan satu-satunya kendala di Batam. Harga dan ketersediaan lahan juga jadi penyebab target penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tak kunjung tercapai. Dari target 5.000 rumah tapak, Batam baru bisa memenuhi 3.000 unit.

Lahan di Batam tak hanya mahal. Pembangunan masih terpusat di Pulau Batam yang luasnya 41.500 hektar. Sementara Pulau Rempang dan Pulau Galang, masing-masing seluas 16.583 ha dan 3.200 ha, nyaris tidak tersentuh.

Pemerintah belum menunjuk siapa pengelola kedua pulau, yakni Pemerintah Kota Batam atau Badan Pengusahaan Batam. Kedua pulau di selatan Pulau Batam itu sudah dihubungkan dengan enam jembatan. Keduanya disiapkan menjadi penyangga Batam yang dikembangkan sebagai kawasan industri.

Izin pembangkit

Agung juga mengatakan, ia tidak hanya ditugaskan meringkas perizinan untuk rumah. Direktorat Jenderal Administrasi Wilayah juga ditugasi memangkas perizinan pembangkit listrik.

Selama ini butuh paling sedikit 1,5 tahun untuk mengurus izin pembangunan pembangkit listrik. Waktu selama itu dinilai tak cocok dengan kebutuhan Indonesia yang merencanakan proyek 35.000 megawatt. "Pemerintah berusaha menderegulasi untuk mendorong perekonomian. Indonesia butuh banyak modal untuk menggerakkan perekonomian. Akan sulit kalau perizinan masih rumit dan butuh waktu lama," tuturnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, kondisi perekonomian tahun depan belum cerah. Secara global, perekonomian masih melambat. Namun, tetap ada peluang untuk terus tumbuh. "Jika pemerintah tetap ramah investasi dan perizinan mudah, Indonesia akan tetap bisa bersaing," ujarnya.

Kemudahan investasi memang amat dibutuhkan. Sepanjang 2005, modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, bernilai 97 miliar dollar AS. Modal itu bisa ditarik kembali jika iklim investasi suatu negara dianggap menguntungkan. "Indonesia punya potensi pasar terbesar di ASEAN. Keuntungan itu perlu dikuatkan antara lain lewat kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan keamanan yang terjaga," ujarnya.

Indonesia dinyatakan berada di jalur yang benar. Selain program deregulasi, Indonesia juga fokus membangun infrastruktur.

BI, lanjut Gusti, juga berkonsentrasi menguatkan usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam berbagai krisis, UKM terbukti menjadi salah satu roda penggerak agar perekonomian tetap berputar. Fokus BI antara lain membantu produk UKM punya daya saing di tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN yang berlaku beberapa hari lagi. (RAZ)

Sumber: Kompas | 26 Desember 2015

Berikan komentar.