TRP
Pemda Diharapkan Terlibat
23 November 2015 \\ \\ 855

Stasiun Kebayoran, Parung Panjang, dan Maja Rampung Awal 2016

JAKARTA — Pemerintah daerah diharapkan ikut terlibat dalam penataan kawasan sekitar stasiun agar masyarakat pengguna angkutan umum bisa terlayani dengan baik. Saat ini, ada tiga stasiun yang tengah dalam peningkatan kapasitas, yakni Stasiun Kebayoran, Parung Panjang, dan Maja.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, pemda sudah tahu tentang rencana pembangunan ketiga stasiun itu karena perizinan pembangunan stasiun juga dikeluarkan oleh setiap daerah. "Harusnya pemda lebih tanggap dan melebarkan jalan karena jalan di depan stasiun umumnya jalan kabupaten/kota," katanya, Sabtu (21/11), saat meninjau Stasiun Kebayoran dan Parung Panjang.

Hal lain yang bisa dikerjakan pemda, membangun pelintasan tidak sebidang demi keselamatan perjalanan kereta api serta warga yang menyeberang rel.

Stasiun Kebayoran berada di wilayah Jakarta Selatan. Luas lantai I Stasiun Kebayoran 4.000 meter persegi dan lantai II 3.500 meter persegi.

Stasiun Parung Panjang teletak di wilayah Kabupaten Bogor. Nantinya, luas lantai I Stasiun Parung Panjang 1.066 meter persegi dan luas lantai II adalah 611 meter persegi. Jalan di depan stasiun masih jalan tanah.

Sementara Stasiun Maja berlokasi di Kabupaten Lebak. Di stasiun ini, luas lantai I adalah 563,12 meter persegi dan lantai II seluas 482 meter persegi.

Rampung Februari 2016

Saat ini, ketiga stasiun itu merupakan stasiun yang ramai. Jumlah penumpang di Stasiun Kebayoran sekitar 10.000-11.000 orang per hari, Parung Panjang 7.000-9.000 orang per hari, dan Maja 1.400-3.000 orang per hari. Pembangunan ketiga stasiun itu diperkirakan rampung Februari 2016.

Dari sisi luas, Jonan memperkirakan ketiga stasiun itu cukup untuk mengakomodasi penumpang kereta api hingga 15 tahun mendatang. Setelah itu, kementerian akan melihat lokasi sekitar stasiun. Apabila pertumbuhan real estat marak di sekitar stasiun, kemungkinan pengembang perumahan yang diminta membangun stasiun.

Pejabat pembuat komitmen Serpong-Maja Kementerian Perhubungan, Prayudi, mengatakan, ketiga stasiun yang tengah dibangun itu akan dilengkapi fasilitas, seperti eskalator dan area parkir. Peron stasiun juga diperpanjang hingga sanggup menampung 10 kereta per rangkaian KRL.

Aci, pengguna KRL Parung Panjang, mengatakan, jalan di depan stasiun ini becek apabila hujan turun. "Angkutan umum tak semuanya resmi. Ada yang pelat kuning dan ada yang pelat hitam. Saya pakai pelat hitam karena jurusannya lewat di dekat rumah saya," kata pelajar yang bersekolah di Cisauk itu.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko mengatakan, jalur rel ganda antara Parung Panjang-Maja ditargetkan beroperasi Desember mendatang. Kelak, operasional jalur ganda ini bisa meningkatkan frekuensi perjalanan KRL. Sementara belum ada kepastian perubahan pola operasi KA lokal di lintas Rangkasbitung/Merak setelah operasional jalur ganda. Semula, adanya jalur ganda itu membuka peluang operasional KA lokal berhenti hingga Parung Panjang dan perjalanan Parung Panjang-Tanah Abang dilakukan dengan KRL. (ART)

Sumber: Kompas | 22 November 2015

Berikan komentar.