TRP
Jalur KA Mulai Berwujud
17 November 2015 \\ \\ 469

Rel Pertama Trans-Sulawesi Terpasang

BARRU — Pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi tahap I rute Makassar-Parepare kian menunjukkan wujud konkretnya. Pengerjaan fisik baru setahun itu memasuki tahap pemasangan rel di sebagian jalurnya. Pemasangan rel pertama digelar di Lalabata, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Acara seremoni itu dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko.

Pekerja mulai memasang batang rel pertama sepanjang 25 meter di jalur yang melintasi areal persawahan itu sekitar pukul 09.00 Wita. Ada 5.600 batang rel dari Jepang telah didatangkan ke Barru sejak dua pekan lalu. Itu cukup untuk kebutuhan jalur sepanjang 70 kilometer.

Pemasangan rel pertama untuk Trans-Sulawesi merupakan sejarah. Ini merupakan jalur KA pertama yang dibangun di Pulau Sulawesi oleh bangsa sendiri.

"Hingga akhir tahun nanti, target jalur yang akan terpasang rel sejauh 16,1 kilometer, seluruhnya dalam wilayah Kabupaten Barru," kata Hermanto. Adapun panjang total rute Makassar-Parepare yakni 146 kilometer. Selain Makassar, Barru, dan Parepare, jalur juga melintasi Kabupaten Maros serta Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Hermanto menambahkan, rel yang dipasang untuk Trans-Sulawesi ini berukuran lebar 1.435 milimeter dengan tipe rel R 60 yang merupakan standar internasional. Ini berbeda dengan rel di Pulau Jawa yang kebanyakan masih selebar 1.067 milimeter dengan tipe rel R 54. "Dengan rel seperti itu, KA Trans-Sulawesi bisa mencapai kecepatan maksimum 200 kilometer per jam," katanya.

Rampung 2018

Hermanto menargetkan pembangunan KA rute Makassar-Parepare rampung pada tahun 2018. Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk proyek itu mencapai Rp 10,8 triliun dengan skema tahun jamak.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Danto Restiawan menambahkan, perkembangan pengerjaan tahun ini telah mencapai 52,2 persen untuk fisik dan 16 persen untuk keuangan. Jalur rute Makassar-Parepare juga akan dilengkapi satu unit jembatan layang dan delapan unit underpass.

Terkait pembebasan lahan, Hermanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk penyelesaian hal itu. "Kami berharap masyarakat juga mendukung agar pembangunan dapat berjalan lancar," ujar Hermanto.

Pemerintah pusat pada tahun ini mengucurkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp 971 miliar, meliputi Rp 771 miliar untuk konstruksi dan Rp 200 miliar untuk pembebasan lahan tahap kedua. Dana tersebut di luar anggaran yang dikeluarkan pemda untuk pembebasan lahan tahap pertama sebesar Rp 100 miliar.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sulsel Muhammad Ikhsan menjelaskan, dari 758 bidang lahan tahap pertama sepanjang 30 kilometer, telah diselesaikan pembebasan 729 bidang. "Sisanya 29 bidang terkendala pemilik yang tak berada di tempat sehingga kami akan menitipkan pembayaran di pengadilan (konsinyasi)," katanya.

Adapun pembebasan lahan tahap kedua 51 kilometer memasuki pengukuran dan inventarisasi. "Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga yang lahannya akan dibebaskan untuk tahap kedua itu," ujar Ikhsan.

Peradaban baru

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, terwujudnya KA Trans-Sulawesi ini akan memulai peradaban baru di Sulsel. KA juga akan menjadi motor penggerak perekonomian daerah karena terhubung dengan pelabuhan dan bandara. Maka, putra-putri Sulsel akan dikirim bersekolah pada Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) di Madiun, Jawa Timur. Hal itu untuk mengisi kebutuhan tenaga ahli dan terampil saat KA Trans-Sulawesi beroperasi nanti.

Sabir (50), warga Desa Lalabata yang merelakan sebagian lahannya dibebaskan untuk jalur KA, mengaku senang dengan pemasangan rel pertama ini. "Kami berharap pembangunan cepat selesai supaya kami dapat merasakan naik kereta api," ujarnya.

Dalam jangka panjang, proyek jalur KA Trans-Sulawesi ini juga direncanakan terhubung dengan lima provinsi lain, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara. Adapun total panjang jalur sekitar 2.000 kilometer. Jalur KA akan terhubung dengan empat pelabuhan di Sulawesi, yakni Makassar, Bitung, Parepare, dan Garongkong. Begitu juga dengan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Sam Ratulangi Manado. (ENG)

Sumber: Kompas | 14 November 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.