TRP
Jokowi Siapkan Peta Tunggal Lahan Terlengkap di 2017
16 November 2015 \\ \\ 270

Jakarta - Pemerintah Presiden Jokowi tengah menyiapkan one map policy atau satu peta lahan tunggal dengan isi yang sangat lengkap. Peta tersebut akan meliputi sisi kehutanan, perkebunan, pertanian, pengembangan energi hingga sebaran penduduk.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Sofyan Djalil menuturkan selama ini masing-masing instansi memiliki peta tersendiri sesuai dengan sektornya. Sekarang, semua peta tersebut digabungkan menjadi satu.

"Kita buat peta dasarnya 1:50.000. Kemudian peta kehutanan taruh di situ, baru kita ketahui perusahaannya yang sudah dapat konsesi, gambut kemudian di mana saja, daerah untuk perkebunan juga, pertambangan dan transmigrasi," kata Sofyan‎ di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Sofyan menyatakan, dengan cara pemetaaan yang berlaku sekarang, seringkali terjadi tumpang tindih antar instansi. Penataaan yang terjadi di lapangan pun kemudian menjadi berantakan, sebab masing-masing instansi merasa petanya yang paling tepat.

"Jangan-jangan ada peta yang sudah diberikan perkebunan ada pertambangan ada juga transmigrasi. Jadi dengan‎ ada one map policy akan lebih mudah ditata," ujarnya.

Di samping itu, peta tersebut juga akan mempermudah pemerintah dalam menetapkan proyek. Misalnya untuk pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, kilang minyak, bandar udara (bandara) dan yang lainnya.

"Kalau kita mau bangun jalur tol, di mana jalur tol itu, jalur kereta api yang baru di Kalimantan, dimana itu? Jadi peta itu sangat penting," jelas Sofyan.

Proses menciptakan peta itu dimulai dari tahun lalu, dan memakan waktu yang cukup panjang. Akhir tahun ini peta dasar‎ akan selesai, kemudian untuk keseluruhan selesai akhir tahun depan, targetnya bisa diimplementasikan awal 2017.

"Kita akan lebih percepat dengan ada peta satu itu itu akan mudah sekali melihat Indonesia dari dimensi apapun," tukasnya.

Sumber: detik.com | 10 November 2015

Berikan komentar.