TRP
Toraja Diharapkan Menjadi Warisan Dunia
16 November 2015 \\ \\ 315

RANTEPAO — Puncak acara Lovely Toraja ketujuh berlangsung meriah, Senin (9/11), kendati jadwalnya dimajukan sebulan dari biasanya. Warga dan pemerintah berharap ke depan Toraja akan menjadi salah satu warisan dunia karena keunikan budaya, tradisi, dan peninggalan sejarah yang masih terjaga.

Ribuan warga berbaur bersama wisatawan dan tamu undangan di Lapangan Bakti, Rantepao, sepanjang pagi hingga menjelang sore, menyaksikan karnaval budaya. Sejumlah wisatawan mancanegara bahkan ikut larut menari bersama warga dan penari yang meramaikan karnaval budaya. Tak hanya beragam tari dan musik, karnaval juga diramaikan dengan festival kerbau belang, salah satu hewan yang jadi simbol budaya dan tradisi Toraja.

Para duta besar (dubes) dan tamu yang hadir mengaku puas dalam kunjungan ke berbagai obyek wisata di Toraja. "Sungguh senang saya bisa melihat sisi lain Indonesia. Betul bahwa Indonesia tak hanya Jakarta atau kota lain. Indonesia adalah banyak provinsi dan Kabupaten yang punya pesona alam, tradisi, dan budaya yang sangat kaya. Saya menjadi paham apa yang disebut Bhinneka Tunggal Ika," ujar Dubes Zimbabwe Alice Mageza.

Pejabat Bupati Tana Toraja yang juga Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan, pemerintah dan warga daerah ini berharap ke depan Toraja bisa menjadi salah satu warisan dunia.

Toraja memiliki keunikan budaya dan tradisi yang masih dipegang teguh dan terjaga hingga kini. Daerah ini juga memiliki banyak peninggalan sejarah, bahkan berusia ribuan tahun yang erat kaitannya dengan budaya dan peradaban masyarakat. Dengan menjadi warisan dunia, keunikan dan peninggalan ini tetap terjaga dan akan punya nilai lebih sebagai destinasi wisata.

Tana Toraja dan Toraja Utara hingga kini tetap menjadi destinasi unggulan di Sulsel. Tahun 2014, wisatawan mancanegara di Sulsel mencapai 150.000 kunjungan. (REN)

Sumber: Kompas | 10 November 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.