TRP
Hasil Pembebasan Lahan Menjadi 20 Taman Baru
09 November 2015 \\ \\ 481

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah sekitar 20 lokasi taman baru di kawasan hasil pembebasan lahan. Penambahan taman ini merupakan langkah untuk menambah ruang terbuka hijau di wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati mengatakan, sebagian lahan yang dibeli langsung dibangun jadi taman. "Tetapi, ada juga yang baru kami pagari agar tidak diokupasi. Tahun depan, baru kami anggarkan pembangunan taman," katanya, Minggu (8/11), di sela-sela peresmian taman aktif di Taman Menteng.

Sebagian taman baru ini akan dijadikan taman interaktif yang bisa mengakomodasi beragam aktivitas warga, seperti olahraga dan rekreasi. Selain itu, ada juga lokasi taman lain yang digarap Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI lewat pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

Saat ini, tengah dibangun 50 RPTRA di sejumlah wilayah. Pembangunan RPTRA dilakukan dengan melibatkan pihak swasta, sementara perawatan jangka panjangnya dilakukan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Tahun depan, menurut rencana dibangun 150 RPTRA.

Adapun taman yang sudah ada sekarang ini juga akan ditingkatkan fasilitasnya. Ratna mengatakan, pihaknya menggandeng pihak swasta untuk ikut melengkapi fasilitas taman.

"Jika fasilitas semakin banyak, harapannya makin banyak orang yang datang ke taman untuk berolahraga, berekreasi, atau berkegiatan lain. Fasilitas di taman bisa dipakai gratis," katanya.

Sampai saat ini, baru satu perusahaan yang tertarik menambah fasilitas di taman, yakni PT Coca-Cola Indonesia. Produsen minuman ringan itu akan menambah fasilitas di 15 taman, termasuk di Taman Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna juga menyoroti rusaknya sejumlah fasilitas yang disediakan di sebagian taman-taman tersebut karena penggunaannya tak sesuai dengan aturan. Ia mencontohkan alat olahraga di Taman Honda, Tebet, Jakarta Selatan, yang sudah rusak.

"Taman sudah dijaga petugas satpol PP. Namun, ada saja anak-anak yang menggunakan alat dengan tidak semestinya. Kalau petugas menegur, malah orangtua anak ini yang marah. Padahal, tindakan anak itu merusak alat," katanya.

Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan Provinsi DKI Marullah Matali mengakui, fasilitas di tempat publik seperti taman harus dijaga semua pihak agar fasilitas tersebut berumur panjang. "Semua pihak harus terlibat. Tak bisa kita andalkan petugas saja. Masyarakat yang memakai taman juga mesti turut merawat," katanya di acara yang sama.

Dukung kesehatan

Marullah menambahkan, fasilitas di taman bisa digunakan untuk berolahraga. "Dengan bergerak 30 menit setiap hari, bisa menjaga kesehatan kita," ujarnya.

Public Affairs and Communication Director PT Coca-Cola Indonesia Titie Sadarini mengatakan, pihaknya melengkapi fasilitas di 15 taman di Jakarta dan 2 taman di Bandung. "Jumlah itu kami selesaikan tahun ini. Semoga, tahun depan kami bisa bekerja sama lagi," katanya.

Selain Taman Menteng, penambahan fasilitas dilakukan juga di Taman Buni, Taman Gandaria Tengah, Taman Langsat, Taman Spathodea, Taman Ayodya, dan Taman Tebet (Jakarta Selatan); Taman Amir Hamzah dan Taman Situ Lembang (Jakarta Pusat); Taman Gebang Sari, Taman Flamboyan, dan Taman Kembang Sepatu (Jakarta Timur); serta Taman Cattleya, taman di depan Kecamatan Kebon Jeruk, dan Taman Utama Raya (Jakarta Barat).

Dia mengatakan, fasilitas yang ditambahkan tergantung dari kebutuhan di setiap taman. (ART)

Sumber: Kompas | 9 November 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.