TRP
KEK Bitung Dibangun, Listrik Masih Minim
09 November 2015 \\ \\ 562

MANADO — Kawasan ekonomi khusus di Bitung, Sulawesi Utara, mulai dibangun dengan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 500 meter dan pembangunan gedung administrasi. Pembangunan tahap awal KEK Bitung diharapkan menjadi stimulus investasi swasta.

Asisten bidang ekonomi Pemerintah Provinsi Sulut Sanny Parengkuan di Manado, Jumat (6/11), mengatakan, pembangunan tahap awal KEK Bitung menggunakan dana APBN tahun 2015 senilai Rp 40 miliar. "Kita harus mulai (membangun), sekaligus menggarap investasi swasta," katanya.

Menurut Parengkuan, lahan KEK Bitung seluas 92,5 hektar sudah dibebaskan oleh Pemprov Sulut. Tahun depan, lahan bertambah luas dengan rencana reklamasi pantai Tanjung Merah, Bitung, seluas 2.500 hektar.

Namun, sejumlah pengusaha di Manado menyatakan enggan berinvestasi di sana karena minimnya daya dukung infrastruktur KEK, yakni listrik. Louis Gunawan Wowor, pengusaha properti asal Jakarta, mengatakan, pembangunan KEK bakal mubasir jika pemerintah tidak memperhatikan pembangunan listrik di Sulut. Dia mengatakan, banyak teman pengusaha asal Jakarta mundur karena kendala listrik.

"Jangankan membangun KEK, teman pengusaha membangun pabrik penampung air di Manado batal berinvestasi karena tidak ada listrik," katanya. Padahal, listrik dibutuhkan hanya sekitar 10 megawatt.

Listrik menjadi kendala utama pembangunan di Sulut. Daerah itu terus mengalami krisis energi selama 10 tahun belakangan tanpa ada solusi. Ketersediaan listrik Sulut hanya 365 megawatt, bahkan saat ini terjadi pemadaman bergilir menyusul kerusakan pembangkit di sejumlah wilayah berdampak penurunan suplai listrik hingga 100 megawatt.

Namun, Parengkuan menjamin masalah listrik akan teratasi dengan banyaknya investasi listrik dari pihak swasta di daerahnya hingga 700 megawatt.

Karel Najoan dari KAPET Manado-Bitung mengatakan, pemerintah Tiongkok siap merealisasikan pembangunan KEK Bitung dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun. Tiongkok juga ditawari membangun Jalan Tol Manado-Bitung senilai Rp 4,3 triliun. Saat ini, pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung tahap pertama didanai pinjaman luar negeri dari Tiongkok.

Menurut Najoan, pemerintah dan pengusaha Tiongkok sangat serius melakukan ekspansi ekonomi ke Indonesia, termasuk ke Sulut. Program investasi Sulut telah masuk dalam buku biru ekonomi Pemerintah Tiongkok.

Tata ruang

Pembangunan sejumlah apartemen di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat penentangan dari warga sekitar. Selain mengkhawatirkan dampak buruk bagi lingkungan mereka, warga juga menilai proses pembangunan beberapa apartemen tersebut tidak transparan dan tidak melibatkan warga.

"Salah satu dampak yang dikhawatirkan warga adalah berkurangnya ketersediaan air tanah di lingkungan mereka," kata Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY Frans Tugimin dalam audiensi dengan Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi, Jumat (6/11), di Sleman.

Dalam audiensi tersebut terungkap, paling tidak ada empat apartemen di Sleman yang mendapat penentangan dari warga. Dua apartemen di antaranya berlokasi di Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik; satu apartemen di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok; satu apartemen di Desa Sariharjo, Ngaglik.

"Warga sekitar apartemen tidak merasa ada sosialisasi, tetapi Pemkab Sleman menyatakan pengembang apartemen sudah melengkapi dokumen hasil sosialisasi," ujar Frans.

Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman I Wayan Gundana mengatakan, dari empat apartemen yang ditolak warga itu, satu apartemen sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), satu apartemen sudah memiliki izin pemanfaatan tanah (IPT), dan dua lainnya sedang mengurus perizinan.

"Yang sudah punya IMB tentu sudah melengkapi semua persyaratan," kata Wayan. (ZAL/HRS)

Sumber: Kompas | 7 November 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.