TRP
Citarum Akan Terus Dibersihkan
09 November 2015 \\ \\ 398

Lewati 11 Kabupaten dan Kota

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mengubah kondisi Sungai Citarum yang kini dijadikan pembuangan limbah menjadi sungai bersih, sehat, indah, dan lestari atau bestari. Berbagai gerakan dan acara terus dilakukan, termasuk Festival Budaya Citarum 2015 di Lapangan Larareun, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (5/11).

"Barangkali masyarakat sekarang tidak perlu Citarum sehingga mereka menjadikan sungai ini sebagai tempat buang sampah, limbah industri, dan buang tinja. Tapi kita tetap berkomitmen akan mengubah Citarum, seperti yang pernah kita kenal dulu," ucap Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, di hadapan ratusan warga yang hadir di kawasan hulu Sungai Citarum itu.

Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengingatkan, pada 22 Juni 2014 Pemprov Jabar, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen mengubah sungai itu dengan mencanangkan Citarum Bestari. Komitmen selama empat tahun pertama itu merupakan pertaruhan pemerintah dan masyarakat di sekitar Citarum.

"Kita lihat nanti pada 22 Juni 2018, Sungai Citarum yang sekarang kotor akan menjadi seperti apa," kata Deddy, saat membuka festival itu.

Komitmen itu dijabarkan melalui berbagai hal yang melibatkan partisipasi masyarakat seperti lomba bertemakan Citarum. Salah satunya, membuat lomba mars Citarum. Ini untuk menyegarkan masyarakat, menyemangati birokasi, dan memperkuat keteguhan semua pihak sehingga tidak hanya wacana-wacana.

"Kita juga buat lomba desa yang terbaik dan terburuk dalam mengelola sampah. Ini untuk mengadili diri kita sendiri," ujar Deddy.

Peradaban manusia

Citarum, sungai sepanjang 300 kilometer, melewati 11 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Hulu Citarum berada di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, dan bermuara di Muara Bendera, perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.

Citarum merupakan sungai strategis, khususnya bagi warga Jabar. "Wajah kita dan cermin masyarakat Jabar ada di sekitar Citarum. Sebab, sungai ini pusat peradaban manusia, sebagai sumber air, sarana transportasi, pertanian, dan sumber kehidupan," kata Wagub.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan, kegiatan Festival Budaya Citarum 2015 merupakan salah satu dari serangkaian program pemprov untuk memperkuat serta mendorong komitmen masyarakat, khususnya di sekitar Citarum. Tujuannya supaya masyarakat aktif menjaga lingkungan hidup mereka.

Kegiatan seperti itu, menurut Anang, harus terus dilakukan untuk mengajak dan mendorong masyarakat agar aktif berpartisipasi dalam mengelola lingkungan hidup, khususnya daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Melalui program yang terus-menerus dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dan para pemangku kepentingan lain agar hidup berbudaya lingkungan.

Buku khotbah

Program Citarum Bestari juga dimasukkan ke dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Pihaknya juga tengah mencetak buku khotbah Jumat berbasis lingkungan. Selain itu, BPLHD memfasilitasi 105 dari 122 sekolah se-Jabar untuk mengikuti lomba sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional.

"Dalam menyelesaikan masalah Citarum, selama ini terlalu mengedepankan pembangunan fisik, sementara faktor manusianya kurang diperhatikan," ujar Anang. Karena itu, program Citarum Bestari lebih ditujukan untuk membangun sisi manusia.

Dalam festival budaya, digelar dialog atau diskusi yang diharapkan bisa melahirkan ide-ide cemerlang, terkait pengelolaan Citarum. Ada pula lomba-lomba untuk menggugah kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak agar berbudaya lingkungan, seperti lomba menggambar dan menulis puisi.

Di lapangan disediakan stan pameran dari instansi dan organisasi-organisasi lingkungan. Pada pembukaan, digelar sendra tari Handaru Citarum (Gema Citarum) yang diciptakan sendiri oleh Kepala Desa Rancakasumba Jajat Sudrajat. (dmu)

Sumber: Kompas | 6 November 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.