TRP
Potensi Investasi Bisa Mencapai Rp 130 Triliun
06 November 2015 \\ \\ 298

JAKARTA — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mendorong investasi yang dilakukan di daerah perbatasan. Potensi investasi di kawasan itu diperkirakan mencapai Rp 130 triliun dalam waktu lima tahun.

"Potensi itu sangat besar karena di perbatasan, bisa kita kembangkan perkebunan, peternakan, pertambangan, dan tentunya juga sektor agrobisnis," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, saat membuka Forum Investasi Daerah Perbatasan, di Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut Marwan, pemerintah segera meluncurkan konsep Pengembangan Kawasan Beranda Indonesia (PKBI). Program itu akan dilaksanakan di 41 kabupaten/kota di daerah perbatasan atau di 23 daerah tertinggal dan 6 daerah tertinggal yang telah terentaskan.

"PKBI itu akan dibangun di empat provinsi, yaitu Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Serawak, Kalimantan Timur, yang berbatasan dengan Sabah, Papua, yang berbatasan dengan Papua Niugini, dan Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste," kata Marwan.

Lebih lanjut Marwan menjelaskan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah merintis kegiatan transmigrasi terintegrasi dan komprehensif dengan menggunakan APBN 2015. Para transmigran membuka perkebunan dan peternakan terpadu. Menurut rencana, awal 2016, program itu memasuki tahap penempatan transmigran di seluruh Kalimantan dan Kepulauan Riau. Untuk Papua dan Nusa Tenggara Timur, program itu masih dalam proses pengkajian.

Menurut Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dadang Rukmana, di dalam rencana strategis PUPR 2015-2019, telah direncanakan pembangunan jalan baru di perbatasan Kalimantan dan Papua. "Tak hanya perbatasan, tetapi juga di pulau terluar yang terletak di 86 kawasan," katanya.

Kementerian PUPR juga telah menetapkan pembangunan infrastruktur terpadu di 35 wilayah pengembangan strategis. Diharapkan, infrastruktur terpadu akan mengurangi kesenjangan yang ada. (ARN)

Sumber: Kompas | 4 November 2015

Berikan komentar.