TRP
Rencana Pelabuhan Khusus Batubara Ditolak
03 November 2015 \\ \\ 376

CIREBON — Polemik baru di Kota Cirebon, Jawa Barat, muncul seiring dengan rencana revitalisasi Pelabuhan Cirebon yang di dalamnya memasukkan masterplan pengembangan pelabuhan khusus batubara. Warga di sekitar pelabuhan, yang sejak tahun 2002 merasakan dampak buruk operasional bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon, menolak rencana itu. Penolakan itu sebagai bagian dari sikap dan tuntutan mereka untuk mengikis segala kegiatan pelabuhan yang berdampak buruk pada kesehatan warga.

Ketua Paguyuban Masyarakat Panjunan Bersatu (PMPB), Kasno, Senin (2/11), di Cirebon, mengatakan, keberadaan pelabuhan khusus batubara akan memperberat risiko warga terkena dampak buruk debu batubara. Warga saat ini berjuang mati-matian untuk menghentikan operasional bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon.

"Kami sepakat menolak apa pun kegiatan pelabuhan yang terkait dengan batubara, sebab kami menginginkan kehidupan yang sehat. Pelabuhan Cirebon berlokasi di tengah-tengah permukiman yang padat penduduk. Jika ada perluasan pelabuhan yang ditujukan khusus untuk batubara, kami keberatan. Itu sama saja dengan menambah risiko bagi kesehatan warga sekitar pelabuhan," ujarnya.

Kekhawatiran serupa dikemukakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cirebon Agung Sedijono. Pihaknya mendorong Pemerintah Kota Cirebon agar membuat rekomendasi penolakan ke pemerintah pusat.

"Saat ini, kami sedang menunggu surat rekomendasi penghentian bongkar muat batubara ditandatangani wali kota. Di dalam surat rekomendasi itu agar dicantumkan pula poin yang isinya menolak pembangunan pelabuhan khusus batubara di Cirebon," kata Agung.

Rencana besar (masterplan) pengembangan pelabuhan khusus batubara menjadi kekhawatiran baru. Jika pelabuhan itu tetap dibangun di Cirebon, upaya warga untuk menghentikan polusi akibat debu batubara sia-sia.

Sebelumnya, General Manager PT Pelindo II Cabang Cirebon Hudadi S Djanegara mengatakan, Pelabuhan Cirebon adalah pelabuhan untuk umum, bukan pelabuhan khusus batubara. Namun, saat ini, konsumen pelabuhan paling banyak adalah perusahaan bongkar muat batubara yang mengirimkan barangnya ke Bandung, Purwakarta, Karawang, Cirebon, dan sebagian Jawa Tengah.

Manajer Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat Wahyu Widianto mengatakan, debu batubara yang mencemari lingkungan di sekitar Pelabuhan Cirebon adalah bagian dari dampak buruk sumber energi tersebut. Di bagian hulu, penambangan batubara juga tidak ramah lingkungan. (rek)

Sumber: Kompas | 3 November 2015

Berikan komentar.