TRP
Tanggul Laut Terkendala
03 November 2015 \\ \\ 341

JAKARTA — Pembangunan tanggul laut tipe A yang telah berlangsung mengalami hambatan di lapangan. Di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dari target 2,6 kilometer yang bisa terbangun tahun ini, hingga awal November baru terealisasi kurang dari 1 kilometer.

Puluhan pekerja sibuk membangun tanggul laut yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (2/11). Ada yang bertugas menyiapkan pemancangan sheet pile, mengoperasikan alat berat, dan melakukan penyiapan alur.

Benni Manalu, operator alat berat, menuturkan, pihaknya telah mengerjakan sekitar 300 meter pemancangan baru di lokasi itu. Sejauh ini belum ada kendala berarti di lapangan. "Cuma kalau tiang pancangnya telat datang kami tak bisa kerja. Hari ini sudah habis, jadi kami tunggu dulu sampai tiang pancangnya datang," ucapnya.

Sepanjang 1,1 km tanggul di Muara Baru berupa peninggian dari tanggul yang telah ada. Sepanjang 1,5 km sisanya merupakan pemancangan baru. Apabila selesai, tinggi tanggul akan mencapai rerata 3 meter. Total anggaran pembangunan ini Rp 42 miliar.

Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Timur Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta Heria Suwandi, beberapa waktu lalu, menuturkan, dari target 2,6 km, tahun ini akan bisa diselesaikan sekitar 2,1 km. Hal ini karena ada sejumlah kendala, salah satunya pemindahan lokasi pengerjaan tanggul. Dari lokasi awal yang berada di sekitar muara dipindah menjorok ke laut karena di sekitar muara masih penuh bangunan.

"Karena lokasi awal belum bebas, dipindahkan dengan panjang sekitar 1,172 km. Padahal, sebelumnya, pemerintah kota telah siap membebaskan lokasi tersebut," kata Suwandi.

Lokasi proyek yang dipindah menjorok ke laut juga rentan gangguan cuaca. Saat menggunakan tongkang, pemancangan tidak bisa mulus. Gelombang yang cukup tinggi membuat tongkang tidak bisa stabil. "Karena itu, realistis saja, tidak semua tanggul laut bisa terselesaikan tahun ini. Kami berusaha untuk mengerjakan yang bisa dikerjakan terlebih dahulu," ucap Suwandi.

Tanggul laut ini merupakan antisipasi pemerintah terkait pasang air laut dan kondisi muka tanah yang terus turun. Tanggul ini disebut tanggul laut tipe A dan direncanakan sepanjang 95 km. Proyek ini termasuk bagian dari megaproyek tanggul laut raksasa yang disebut juga sebagai proyek Pembangunan Pesisir Terpadu Ibu Kota Negara (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD).

Penanggung jawab pembangunannya diserahkan kepada pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, dan pengembang swasta. Tanggul ini ditargetkan selesai 2017.

"Kendala-kendala yang ada kami coba atasi. Sejauh ini masih dalam jalur yang baik. Total yang menjadi tanggung jawab kami 9 km hingga 2017 nanti," ucap Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Tri Djoko Sri Margianto.

Terkait belum adanya pengembang yang melaksanakan tugasnya membangun tanggul, Tri Djoko belum mau berkomentar. Pihaknya belum tahu detail teknis dan dasar pengerjaan tanggul oleh pengembang.

"Nanti tentu pasti kami dorong untuk pembangunannya. Kami fokus dulu menyelesaikan yang menjadi tanggung jawab kami," ucapnya. (JAL)

Sumber: 3 November 2015

Berikan komentar.