TRP
Sodetan Sungai Ciliwung dan Tanggul Laut Dikebut
03 November 2015 \\ \\ 265

JAKARTA — Sodetan Sungai Ciliwung yang ditargetkan selesai pada 2016 masih menghadapi kendala pembebasan lahan di Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Sementara itu, pekerjaan tanggul laut terus dikebut sebagai antisipasi rob. Proyek penanganan banjir Jakarta itu untuk mengurangi risiko banjir di Ibu Kota.

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pengosongan kawasan Bidaracina yang terkena proyek sodetan Ciliwung. Padahal, Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan kawasan itu bisa segera dikosongkan setelah relokasi dimulai pertengahan Oktober lalu.

Camat Jatinegara Budi Setiawan, Minggu (1/11), mengatakan, pekan ini pihaknya akan kembali mengadakan sosialisasi kepada warga Bidaracina, terutama warga yang menempati lahan milik Hengky Saputra. Hengky sudah bersedia memberikan kompensasi 25 persen dari harga appraisal kepada warga yang menempati lahannya. "Kami berencana sosialisasi Senin ini," ucap Budi.

Sesuai dokumen di Badan Pertanahan Nasional, lahan seluas 1 hektar di Bidaracina yang terkena proyek sodetan Sungai Ciliwung itu adalah milik PT Jiwasraya, Pemerintah Provinsi DKI, dan Hengky Saputra. Lahan itu terbagi ke sejumlah RT di RW 005, RW 014, dan RW 004.

Belum ditemukan lahan milik atas nama warga setempat. Sebagian warga juga masih menolak luas tanah rumahnya diukur sehingga belum bisa diperoleh data rumah yang valid.

Menurut Budi, hingga pertengahan Oktober lalu, baru warga yang menghuni 48 rumah di RW 005 yang bersedia direlokasi ke Rusunawa Cipinang Besar Selatan. Disusul warga penghuni 37 rumah di RW 014 yang juga bersedia direlokasi ke rusunawa.

Untuk saat ini, kata Budi, giliran warga yang bermukim di atas lahan milik Hengky yang akan direlokasi. "Warga yang memilih ambil kompensasi tidak diberi hak sewa rumah susun. Sebaliknya, jika memilih rusunawa, warga tak berhak mengambil kompensasi," ucap Budi.

Di sisi lain, warga RW 004 juga masih memperkarakan Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 81 Tahun 2014 tentang penetapan Bidaracina sebagai tempat sodetan Ciliwung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Warga menggugat Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.

Seorang perwakilan warga RW 004, Robintang Panggabean, mengatakan, gugatan diajukan dua bulan lalu dan dua sidang telah digelar. Sidang ketiga direncanakan digelar pada 9 November.

Tanggul laut

Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi dan Kemaritiman Purba Robert M Sianipar mengatakan, sebagai langkah penanganan banjir Jakarta, tanggul laut tipe A sepanjang 95 kilometer ditargetkan selesai pada 2017. "Kami tidak ingin berlama-lama. (Pembangunan) sementara ini belum begitu signifikan. Kami masih harus menyelesaikan keseluruhan analisis mengenai dampak lingkungan. Untuk bagian atas sudah ada (amdal), untuk bagian bawah harus diselidiki lebih lanjut soal kedalaman tanahnya," ujarnya.

Menurut rencana, tanggul laut akan didorong keluar hingga 6-8 meter dari garis pantai di kedalaman 18 meter. Pemerintah pusat dan DKI membuat rencana induk, termasuk pengembangan Jakarta Utara. "(Rencana induk) bisa berdiri sendiri, bisa juga merevisi peraturan presiden yang sudah ada. Perubahan dilakukan terkait penambahan tanggul laut," ujar Robert. (FRO/MDN)

Sumber: Kompas | 2 November 2015

Berikan komentar.