TRP
Belasan Bangunan di Kepulauan Seribu Disegel
30 Oktober 2015 \\ \\ 261

JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyegel sejumlah bangunan di beberapa pulau. Bangunan tersebut dibangun tanpa dilengkapi izin yang disyaratkan. Aturan tentang zonasi pulau mendesak selesai agar dasar hukum pembangunan di wilayah pulau lebih jelas.

Dalam sebulan terakhir, 11 bangunan berupa penginapan rumahan (homestay), resor, dan bangunan lain disegel aparat. Sementara 19 bangunan lain diberi peringatan. Dalam prosesnya, berbagai bangunan yang didirikan oleh warga dan pengusaha swasta ini tak ada yang dilengkapi izin mendirikan bangunan (IMB) atau izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Bahkan, pembangunan di Pulau Kaliage, selain tidak memiliki izin-izin tersebut, juga tak punya izin reklamasi. "Sejumlah tim kami melakukan sidak (inspeksi mendadak) di sejumlah pulau dan melakukan penyegelan yang dianggap melanggar. Beberapa di antaranya masih menunggu penyelesaian izinnya dulu. Sekarang masih berproses," ujar Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo, Kamis (29/10), di Jakarta.

Budi mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung pengembangan pariwisata. Sejumlah pihak, baik pribadi maupun swasta, didorong untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata itu. Bahkan, pihaknya terbuka memberikan kemudahan izin pembangunan.

Selain itu, ucap Budi, pihaknya berharap peraturan daerah tentang zonasi laut segera selesai. Perda ini penting untuk menarik batas apa yang boleh dibangun dan apa yang tidak.

"Selama ini belum jelas, jadi untuk mengambil tindakan susah. Perda nanti akan jelas, aturan tentang pembangunan di darat dan di laut," katanya.

Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Zaenal Muttaqin mengapresiasi langkah Pemkab Kepulauan Seribu yang tegas mengambil langkah penyegelan. Selama ini pembangunan tanpa izin dibiarkan dan berdampak buruk terhadap lingkungan di darat dan terutama di laut.

Menurut Zaenal, semua pihak sebaiknya mematuhi tindakan yang diambil pemerintah. "Bagaimanapun aturan sekarang jelas. Izin pembangunan penting untuk mengetahui pemenuhan syarat sebuah bangunan. Tentunya kita tak ingin pembangunan terus menggerus lingkungan kita," ucapnya. (JAL)

Berikan komentar.