TRP
Proyek Kereta Api di Kaltim Segera Dimulai
30 Oktober 2015 \\ \\ 411

JAKARTA — Setelah tertunda sekitar empat tahun, akhirnya proyek pembangunan kereta api penumpang dan kereta batubara di Provinsi Kalimantan Timur segera dimulai. Peletakan batu pertama untuk proyek senilai Rp 72 triliun tersebut akan dilakukan pada 17 November mendatang.

Kepastian itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, seusai pertemuan membahas proyek tersebut di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (26/10). Selain dihadiri Gubernur Kaltim Awang Foroek Ishak dan beberapa bupati di wilayah Kaltim, pertemuan dihadiri perwakilan investor Rusia yang akan membiayai proyek kereta api batubara.

"Ini kan rencana lama, sudah empat tahun. Jadi mereka sudah mulai karena kita sudah setuju," kata Kalla.

Menurut Kalla, pembangunan infrastruktur di Kalimantan sangat penting. Dengan keberadaan infrastruktur, wilayah Kalimantan tidak terisolasi. Selain itu, harga batubara, kelapa sawit, dan hasil perkebunan bagus jika dijual ke luar wilayah.

Rusia, tambah Kalla, juga setuju menambah investasi di Kaltim, yakni membangun kawasan permukiman dan kawasan technopark.

"Ada kepastian dari Wapres, peresmian pabrik pupuk di Bontang pada 17 (November) sudah disetujui. Kemudian peletakan batu pertama KA Borneo yang akan dibangun di Kalimantan, yakni KA penumpang dan angkutan barang," kata Awang.

Menurut Awang, KA angkutan barang akan mengangkut batubara, minyak dan gas, serta sumber daya alam. Investasi proyek itu, termasuk pembangunan technopark senilai Rp 72 triliun, dibiayai investor Russian Railways. Pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar lima tahun untuk jalur KA sepanjang hampir 900 kilometer yang terdiri dari dua jalur.

Menurut rencana, peletakan batu pertama akan dilakukan Presiden Joko Widodo.

Bupati Penajam Paser Utara (Kaltim) Yusran Aspar mengungkapkan, pemerintah kabupaten menyambut baik proyek pembangunan kereta api penumpang dan kereta api batubara, yang diharapkan bisa membangkitkan aktivitas perekonomian di daerah. "Tadi sudah disepakati tidak hanya angkutan batubara, tetapi juga angkutan orang. Tadi diusulkan seperti itu," katanya.

Proyek kereta api penumpang dibiayai APBN, sedangkan kereta batubara didanai investor Rusia melalui PT Kereta Api Borneo (KAB). Menurut Yusran, Rusia akan mengelola kereta batubara, dibantu tenaga lokal.

Pada Agustus 2015, Presiden Direktur PT KAB Dennis Muratov dan Head of Regional Corporate Affair PT KAB M Yadi Sabianoor mengatakan, jalur kereta batubara melalui Kabupaten Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan.

Setelah 25-30 tahun, semua aset kereta batubara diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. (SON)

Sumber: Kompas | 27 Oktober 2015

Berikan komentar.