TRP
Hunian di Sisi Kali Krukut Ditertibkan
23 Oktober 2015 \\ \\ 383

JAKARTA — Sebanyak 50 bangunan liar di bantaran Kali Krukut, Kelurahan Tanah Sereal dan Tambora, Jakarta Barat, ditertibkan, Kamis (22/10). Penertiban bangunan itu dilakukan untuk memasang dinding penahan air (sheet pile) sepanjang 2 kilometer.

Puluhan bangunan permanen yang mengokupasi bantaran kali itu seperti pos rukun warga (RW), pos organisasi massa, posyandu, dan lokasi parkir. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Menurut rencana, pemasangan sheet pile akan dimulai pekan ini. Proyek pemasangan sheet pile masuk paket program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

"Kami bersyukur warga yang bermukim di kedua kelurahan ini sangat mendukung program Pemprov DKI Jakarta. Pembongkaran berlangsung tertib dan ini sesuai dengan target penanggulangan banjir di Ibu Kota," ujar Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Kamis.

Kepala Bidang Aliran Tengah Dinas Tata Air DKI Jakarta Robert Rajagukguk mengatakan, program normalisasi Kali Krukut ini masuk paket tujuh program JEDI, meliputi Kali Grogol, Kali Sekretaris, Sungai Jelangkeng, Sungai Pakin, Sungai Besar, dan Sungai Krukut-Cideng. Normalisasi diharapkan menambah luasan penampang basah, melindungi dinding kali, dan memperdalam aliran air.

Pemasangan beton di dinding kali itu akan dimulai dari sisi barat Kali Krukut di Kelurahan Tanah Sereal hingga Kali Jelangkeng di Kelurahan Tambora. Pemasangan sheet pile di sisi barat Kali Krurut, Kelurahan Tanah Sereal, hingga Kali Jelangkeng, Kelurahan Tambora.

Setelah itu, proyek pengerjaan akan dilanjutkan ke Kali Krukut yang masuk wilayah Kecamatan Taman Sari. Namun, Dinas Tata Air DKI Jakarta masih menunggu hasil penertiban bangunan yang ditangani Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

"Khusus untuk penertiban bangunan yang masuk wilayah Kecamatan Taman Sari, kami masih menunggu pembebasan lahan. Warga perlu direlokasi ke rumah susun juga soalnya," ungkap Robert.

Ia juga mengimbau kepada warga agar meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pasalnya, lokasi kali itu berada di dekat permukiman padat penduduk dan kawasan niaga Pasar Pagi Asemka-Glodok. Sebelum dinormalisasi, endapan lumpur di kali tersebut terlihat sangat tebal dan bercampur dengan aneka macam sampah.

Perbaikan pompa

Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat saat ini juga masih fokus memperbaiki rumah pompa yang rusak. Dua dari empat pompa di rumah pompa di Kebun Raya, Kebon Jeruk, rusak karena baling-balingnya tersangkut sampah. Dua mesin penyedot itu kini sedang diperbaiki. Di rumah pompa tersebut ada empat mesin pompa air berkapasitas 500 liter per detik.

Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat Santo menargetkan perbaikan pompa selesai sebelum November. Pihaknya juga akan membangun sodetan selebar 2 meter di seberang Tol Kebon Jeruk untuk mengalirkan air dari selokan ke Kali Sekretaris.

Pembuatan sodetan itu diharapkan mampu mengurangi banjir sebesar 70 persen di kawasan tersebut. Selain itu, Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat juga memiliki beberapa pompa mobile berkapasitas 100 liter per detik dan 500 liter per detik.

Sejauh ini, normalisasi dan pengerukan saluran penghubung baru berjalan 20 persen. Total ada 314 titik saluran penghubung yang menjadi kewenangan Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat. (DEA)

Sumber: Kompas | 23 Oktober 2015

Berikan komentar.