TRP
Bandara Kulon Progo Segera Dibangun
16 Oktober 2015 \\ \\ 652

JAKARTA — Pembangunan bandar udara Kulon Progo, DI Yogyakarta, akan segera dilakukan. Sebab, Pemerintah Yogyakarta memenangi gugatan kasasi dan tidak bisa dilakukan peninjauan kembali.

"Dengan diberlakukannya UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, tidak ada lagi peninjauan kembali. Saat ini kami belum menerima keputusan kasasi itu dari Pemerintah Yogyakarta. Begitu kami terima, kami langsung melakukan pemetaan, penghitungan, dan penajaman untuk membangun bandara Kulon Progo," kata Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I Farid Indra Nugroho, Kamis (15/10), di Jakarta.

Mahkamah Agung melalui putusan nomor register 450 K/TUN/2015 memutuskan memenangkan Pemerintah Yogyakarta mengenai izin pemanfaatan lokasi (IPL) untuk pembangunan bandara Kulon Progo.

Untuk membangun bandara Kulon Progo, Farid mengatakan sedang mempertimbangkan sumber anggaran pembangunan. "Ada beberapa bandara yang juga akan kami bangun, misalnya Bandara Ahmad Yani, Semarang. Untuk semua pembangunan itu, diperkirakan kami membutuhkan dana sekitar Rp 10 triliun," ujarnya.

Sumber pembiayaan, menurut Farid, akan campuran, dari pinjaman perbankan dan obligasi. "Bisa juga dari penyertaan modal negara, tetapi sampai saat ini kami belum meminta tambahan modal dari negara," ujarnya.

Dalam pembangunan bandara, Farid mengatakan, ada dua masalah yang terlewatkan, yakni akses menuju bandara dan jalan negara yang sedang dibangun Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kami belum membahas secara detail akses ke bandara. Saat ini, kami sedang berbicara dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penyediaan akses kereta api dari Yogyakarta ke bandara," ujarnya.

Kepala Humas PT KAI (Persero) Agus Komaruddin mengatakan, sudah ada pembicaraan dengan AP I mengenai penyediaan layanan KA ke bandara Kulon Progo, tetapi masih belum detail.

"Kami belum tahu akan seperti apa model yang akan dipakai. Apakah seperti? kereta Bandara Kualanamu, yakni KAI dan AP 2 membentuk konsorsium, atau seperti di Bandara Minangkabau, yakni KAI ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk memberikan layanan kereta perintis, atau seperti di Soekarno-Hatta, KAI mendapat perpres untuk membangun dan mengoperasikan kereta bandara," kata Agus. (ARN)

Sumber: Kompas | 16 Oktober 2015

Berikan komentar.