TRP
Insentif Kawasan Industri agar Atraktif
16 Oktober 2015 \\ \\ 297

JAKARTA — Pemerintah berupaya menumbuhkan kawasan industri seatraktif mungkin melalui pemberian insentif. Upaya simultan dilakukan pula untuk terus mendorong penyebaran kawasan industri di luar Jawa.

"Kalau mau atraktif tentu harus ada insentif. Hal ini sudah dirumuskan teman-teman di Kementerian Keuangan dan disetujui," kata Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bahkan, Imam mengatakan, Peraturan Menteri Keuangan terkait insentif tersebut sudah masuk tahap rancangan. Saat ini tinggal menunggu nomor Peraturan Pemerintah tentang Kawasan Industri yang akan menjadi rujukan PMK tersebut.

"Insentifnya bisa pajak penghasilan, bea masuk untuk impor bahan baku atau barang modal. Nanti Pajak Pertambahan Nilai akan mengikuti bea masuk tersebut," kata Imam.

Terkait penyebaran kawasan industri, Imam mengatakan, hal tersebut dilakukan bertahap. Perlakuan bagi wilayah sudah maju akan dibedakan dengan wilayah yang belum maju.

Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional telah membagi 34 provinsi di Indonesia ke dalam 10 wilayah pengembangan industri atau WPI. "10 WPI itu kami bagi lagi ke dalam 4 kelompok," ujar Imam.

Rancangan PP Kawasan Industri per 9 Oktober menyebutkan, WPI maju meliputi WPI Jawa. WPI berkembang meliputi WPI Sulawesi bagian selatan, WPI Kalimantan bagian timur, WPI Sumatera bagian utara kecuali Batam, Bintan, dan Karimun, serta WPI Sumatera bagian selatan.

Secara terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, investasi merupakan satu dari tiga pilar ekonomi Indonesia, yakni selain ekspor dan industri "Investasi, termasuk investasi asing ataupun penanaman modal dalam negeri, berkontribusi sebesar 32 persen terhadap pembangunan ekonomi Indonesia," kata Franky. (CAS)

Sumber: Kompas | 12 Oktober 2015

Berikan komentar.