TRP
Pembukaan Jalan Paralel Selesai November
13 Oktober 2015 \\ \\ 851

SAMBAS — Proses pembukaan jalan paralel oleh Tentara Nasional Indonesia di perbatasan Indonesia dengan Malaysia di wilayah Kalimantan Barat direncanakan selesai November ini. Dengan selesainya pembukaan jalan paralel sejak Juni itu, jalur transportasi yang menghubungkan antarwilayah perbatasan akan lebih mudah ditembus dari satu lokasi ke lokasi lain.

Ada lima kabupaten di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di wilayah Kalimantan Barat, yaitu Sanggau, Sintang, Bengkayang, Sambas, dan Kapuas Hulu. Selama ini akses dari satu wilayah perbatasan ke titik perbatasan lain sangat sulit dijangkau karena masih ada yang terisolasi. Bahkan, ada yang hanya jalan setapak. Perlu waktu lama untuk bisa menembus wilayah perbatasan jika jalan paralel tidak dibuka.

Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XII/Tanjungpura Brigadir Jenderal (TNI) Aris Martono, Minggu (11/10), saat meninjau wilayah perbatasan mengatakan, jalan paralel perbatasan ada sembilan segmen dari Sajingan-Aruk, Kabupaten Sambas, hingga ke Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Panjang jalan 171 kilometer dengan lebar 25 meter, total anggaran Rp 300 miliar. "TNI hanya bertugas membuka jalan. Pada akhir tahun ini harus sudah selesai," ujarnya.

Saat ini tinggal beberapa titik jalan yang belum diselesaikan karena halangan adanya hutan lindung. Namun, dalam waktu dekat akan segera diatasi dan dapat memenuhi target selesai November. Setelah selesai, pada akhir tahun ini jalan paralel perbatasan itu akan diresmikan Presiden Joko Widodo.

Aris mengatakan, untuk pengerasan jalan lebih lanjut akan dilaksanakan tahun depan dan kemungkinan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Jalan paralel itu juga dapat memudahkan penjagaan di wilayah perbatasan. Petugas penjaga perbatasan dapat lebih efisien saat menjangkau satu lokasi ke lokasi lain.

Pantauan Kompas sejak Rabu (7/10) hingga Minggu kemarin di lokasi jalan paralel menunjukkan proses pengerjaan jalan masih dilakukan. Kendaraan berat masih dioperasikan di lokasi pembukaan jalan. Untuk sementara jalan tersebut belum diperbolehkan dilintasi masyarakat umum hingga pengerjaan benar-benar selesai.

Selain meninjau jalan paralel perbatasan di Aruk-Sajingan, Kasdam Tanjungpura meninjau kondisi wilayah perbatasan lainnya di Kabupaten Sanggau dan Bengkayang, terutama dalam kaitan dengan pelaksanaan program Tentara Manunggal Masuk Desa.

Pos baru

Kepala Zeni Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Kolonel CZI Yoga Pranoto menambahkan, selain membuka jalan paralel perbatasan, TNI sedang membangun 13 pos baru di perbatasan. Biayanya Rp 2,8 miliar hingga Rp 3 miliar untuk pembangunan satu pos. Biayanya tergantung dari harga satuan di masing-masing wilayah. "Satu pos terdiri dari helipad, barak, garasi, dapur, ground tang, tower air, dan tangki air," ujarnya.

Pengerjaannya sudah dimulai pada Mei dan akan selesai November tahun ini. Semula pos yang dimiliki hanya 45, ditambah 13 pos baru, total pos perbatasan ada 58 pos. Dengan pembangunan pos baru, jarak antarpos tidak terlalu jauh. Waktu dalam berpatroli pun lebih efisien. Selain itu, yang terpenting pengawasan wilayah perbatasan dapat semakin ditingkatkan. Selama ini, jarak antarpos yang jauh membuat patroli akan lama. (ESA)

Sumber: Kompas | 12 Oktober 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.