TRP
Pelintasan Orang di Stasiun Kereta Akan Dikurangi
06 Oktober 2015 \\ \\ 339

JAKARTA — Pembangunan jalur rel dwiganda antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Cikarang akan menambah frekuensi perjalanan KA. Untuk mengurangi gangguan perjalanan, pelintasan di jalur rel juga dikurangi.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta dan Banten Bambang Drajad mengatakan, stasiun di lintas Bekasi akan dibuat tanpa pelintasan untuk penumpang seperti yang sudah dilakukan di Stasiun Palmerah. Tujuannya agar keselamatan penumpang dan perjalanan KA lebih terjamin. "Sejumlah titik rel jalur dwiganda ini belum tersambung antara lain karena di situ akan dilakukan perluasan stasiun," ujarnya, Minggu (4/10) malam, saat meninjau pembangunan jalur rel dwiganda Manggarai-Bekasi.

Saat ini, semua stasiun di lintas Bekasi masih memiliki pelintasan penumpang di jalur rel. Penumpang yang berpindah peron harus berjalan melintasi rel di stasiun. Selain itu, pelintasan sebidang seharusnya ditutup untuk mencegah kecelakaan lalu lintas atau menekan parahnya kemacetan di jalan raya.

Pembebasan lahan

Pembangunan jalur rel dwiganda Manggarai-Cikarang saat ini terganjal pembebasan lahan. Di Kabupaten Bekasi, misalnya, pembebasan lahan jalur rel dwiganda ruas Bekasi-Cikarang mandek.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi yang juga Ketua Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Bekasi Dirwan A Dachri mengungkapkan, pembebasan lahan jalur dwiganda di Kabupaten Bekasi baru terealisasi 5,1 hektar atau 9 persen dari luasan keseluruhan 57 hektar.

"Pembebasan lahan terakhir dilakukan pada 2014. Kami masih menunggu langkah selanjutnya dari Kementerian Perhubungan," ujar Dirwan, Senin.

Secara terpisah, Kepala Bagian Pertanahan Kota Bekasi Bunyamin mengungkapkan, pembebasan lahan ruas Kota Bekasi-Jakarta terbagi atas dua seksi. Untuk seksi satu, yakni Stasiun Bekasi-Bulak Kapal, pembebasan lahan sudah mencapai 97 persen. Adapun untuk seksi dua Stasiun Bekasi-Jakarta saat ini masih dalam tahap pengukuran.

Pembangunan jalur rel dwiganda seksi dua akan melintasi Kelurahan Kali Baru dan Harapan Mulya di Kecamatan Medan Satria dan Kelurahan Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat.

Untuk menunjang pembuatan jalur rel dwiganda, depo lokomotif di Jatinegara akan dipindahkan ke Cipinang. Area bekas depo lokomotif akan digunakan untuk jalur ganda rel KA jarak jauh. Jalur ganda eksisting akan digunakan untuk KRL, sedangkan jalur ganda baru dipakai KA jarak jauh dan KA barang.

Direktur Operasi PT KAI Bambang Eko Martono mengatakan, saat ini ada 156 perjalanan KRL lintas Bekasi, 170 perjalanan KA jarak jauh, dan 40 perjalanan KA barang per hari yang melewati jalur ini. "Jalur ini sangat padat sehingga sulit menambah perjalanan KA sebelum ada peningkatan prasarana seperti jalur dwiganda," ujarnya. (ART/ILO)

Sumber: Kompas | 6 Oktober 2015

Berikan komentar.