TRP
Perlu Upaya Bersama Tarik Warga ke Taman
05 Oktober 2015 \\ \\ 356

JAKARTA — Sejumlah langkah mesti dilakukan untuk menarik warga beraktivitas di taman-taman kota. Taman yang sudah ada saat ini diharapkan bisa menjadi ruang publik bagi semua orang. Aktivitas publik di taman bisa menjadi salah satu pendorong pertambahan taman di lokasi lain.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati, Minggu (4/10), mengatakan, pihaknya terus menambah taman. "Ada 12 tanah yang sudah dibebaskan dan tahun depan akan dibangun taman. Selain itu, 64 lokasi dalam tahap negosiasi. Kadang-kadang, ada lokasi yang surat-suratnya tidak lengkap sehingga menyulitkan kami untuk membelinya," kata Ratna dalam acara peringatan Hari Habitat Dunia 2015 di Taman Ayodya, Jakarta Selatan.

Saat ini, ada sekitar 1.500 taman di lima wilayah DKI Jakarta dan dikelola Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Tidak semua taman dalam kondisi terawat dan digunakan sebagai ruang publik warga. Ratna memperkirakan, 20 persen taman tidak digunakan warga.

"Tiga bulan sekali, kami akan bikin acara seperti saat ini. Tempatnya berpindah-pindah, di taman unggulan setiap kota. Dengan ada acara ini, kami sekaligus memperbaiki taman yang rusak agar menarik warga," ujarnya.

Acara peringatan Hari Habitat yang diadakan Komunitas Kemitraan Kota Hijau (K2H) serta Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta itu diisi kegiatan yoga bersama, diskusi, dan pertunjukan musik.

Koordinator K2H Nirwono Joga mengatakan, untuk menarik komunitas berkegiatan di taman-taman, perlu ada kemudahan perizinan penggunaan taman.

"Perlu ada kejelasan proses perizinan. Kalau ada kegiatan nonprofit untuk penggunaan taman, semestinya juga tidak dibebani biaya macam-macam. Kalau tidak, komunitas akan enggan memakai taman," ujarnya.

Sejauh ini, Nirwono menilai, perizinan penggunaan taman masih sulit. Pengurus yang datang ke pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) mesti mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI baru kembali mengurus perizinan. Selain itu, masih ada sejumlah biaya pengurusan.

Tempat aktivitas

Iwan Abdie, vokalis dan musisi yang mengisi acara tersebut, menilai banyak taman yang sudah menarik untuk beragam kegiatan. Dia bahkan berencana membuat konser di taman.

"Banyak taman kita yang sudah bagus. Saya ingin buat konser di taman. Ada undangan penonton, tetapi siapa pun bisa datang dan menonton konser ini," kata Iwan. Dia juga memakai latar taman dalam video musiknya bertajuk "Kumau Kau Ada".

Iwan juga beberapa kali membuat acara musik untuk anak-anak di taman, lapangan, atau saung. Dia mengatakan, taman yang asri merupakan oase bagi warga kota.

Taman yang rindang juga dimanfaatkan Komunitas Yoga Gembira. "Kami beraktivitas di Taman Honda Tebet dan Taman Surapati Menteng setiap minggu," kata Akhlis Purnomo anggota Komunitas Yoga Gembira.

Akhlis mengatakan, kedua taman menjadi tempat aktivitas komunitas ini karena lokasinya yang teduh. "Tidak mudah mendapatkan taman yang teduh dan ada tempat untuk beraktivitas. Padahal, beraktivitas di taman merupakan hiburan tersendiri bagi warga kota yang sehari-hari beraktivitas dalam gedung atau di jalan yang berpolusi," tuturnya.

Situs taman

Sebagai bentuk promosi, K2H juga membuat situs ayoketaman.com. Situs ini merupakan situs interaktif. Sejumlah taman yang ada di Jakarta dan sekitarnya ditampilkan dalam peta.

Inisiator dan pendiri ayoketaman.com, Niken Prawestiti, mengatakan, situs ini dibuat untuk mengintegrasikan pengetahuan masyarakat tentang ruang terbuka hijau. (ART)

Sumber: Kompas | 5 Oktober 2015

Berikan komentar.