TRP
Luasan dan Kualitas Perlu Diperhatikan
02 Oktober 2015 \\ \\ 488

JAKARTA — Pemerintah kabupaten/kota perlu memperhatikan mutu ruang publik yang dibangun, mulai dari kelengkapan sarana hingga jaminan akses bagi semua warga. Itu bertujuan agar ruang publik bisa meningkatkan kualitas hidup, tak hanya pencapaian target luasan ruang publik.

Kepala Subdirektorat Keterpaduan Perencanaan dan Kemitraan Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Edward Abdurrahman menyatakan, perencanaan pengembangan perkotaan mesti memperhitungkan kebutuhan ruang publik sebelum pembangunan berjalan. "Tahun 2025, kemungkinan 65 persen warga dunia tinggal di kota. Ini berdampak pada kian sempitnya ruang publik," ucapnya pada temu media, Rabu (30/9), di Jakarta.

Kota-kota di Jawa sudah kesulitan memenuhi target ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 30 persen dari luas kota akibat padatnya permukiman. Capaian RTH DKI Jakarta, misalnya, baru sekitar 7 persen.

Di sisi lain, ada kota-kota sekunder yang masih berkembang sehingga perlu perencanaan rinci terkait ruang terbuka hijau dan ruang publik lain sebelum pembangunan berjalan. Kota sekunder, atau disebut Mckinsey Global Institute sebagai kota menengah, ialah kota berpenduduk 150.000-10 juta jiwa. Pada 2025, 13 kota menengah di dunia diprediksi jadi kota besar dengan populasi 10 juta jiwa atau lebih.

Menurut Edward, RTH seluas 30 persen dari luas kota/kabupaten ialah amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Namun, pemerintah belum punya data lengkap capaian target itu. Jadi, pemerintah provinsi diminta mengumpulkan data capaian kota/kabupaten per tahun.

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Dwityo Soeranto menyatakan, pihaknya siap membantu pemda mengembangkan ruang publik. Pada Program Pengembangan Kota Hijau, pemerintah menyediakan dana hingga Rp 2 miliar per hektar RTH untuk penanaman pohon, pembuatan trotoar, dan tempat bermain anak. (JOG)

Sumber: Kompas | 2 Oktober 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.