TRP
Birokrasi Hambat Atasi Kekumuhan
02 Oktober 2015 \\ \\ 455

Dibongkar, 250 Bangunan di Tepian Kali Krukut

JAKARTA — Penataan kawasan kumuh di Jakarta tak hanya menghadapi kendala masalah sosial, tetapi di tingkat birokrasi pun masih menghadapi masalah. Salah satunya, koordinasi antarsektor yang belum berjalan baik. Permasalahan tersebut terungkap dalam Lokakarya Program Peningkatan Kualitas Permukiman.

Lokakarya yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu berlangsung di Jakarta Timur, Rabu (30/9). Dalam acara tersebut dijaring segala permasalahan yang dihadapi kalangan pegawai negeri sipil dalam mengatasi problem masyarakat.

Setidaknya ada 12 masalah yang dihadapi. Sebanyak sembilan masalah ada di tingkat birokrasi, antara lain lemahnya implementasi kerja dan integrasi program, belum ada persamaan persepsi kriteria kawasan kumuh, serta lemahnya sosialisasi dalam program berkelanjutan.

Salah seorang peserta lokakarya, Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Mulyanto, mengungkapkan, koordinasi memang lebih mudah diucapkan dalam lingkungan kerja birokrasi dibandingkan dengan pelaksanaannya. "Saya mengalami koordinasi antarlembaga itu masih sulit dilaksanakan di lapangan," katanya.

Mulyanto pun mengungkapkan, rapat koordinasi antarlembaga itu sering diadakan. Namun, giliran implementasi, hal tersebut masih sulit dilaksanakan.

Asisten Kota Community Development Dewi Salmah, selaku perwakilan dan konsultan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) untuk mengurangi kawasan kumuh di Jakarta Timur, mengatakan, sekarang sedang dipetakan permasalahan yang dihadapi birokrasi. Adapun tim P2KP juga turun ke masyarakat untuk menyurvei dan menjaring permasalahan di masyarakat.

Target jangka pendek, menurut Dewi, adalah menyusun profil kawasan kumuh di Jakarta dan ditargetkan selesai Desember. Seperti Jakarta Timur, total ada 335 RW kumuh yang ditangani saat ini, yakni 44 RW yang diidentifikasi oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur dan 291 RW yang diidentifikasi tim P2KP.

"Saat ini tim kami dibantu staf di kelurahan menyurvei dan menjaring permasalahan yang dihadapi masyarakat di 335 RW kumuh yang kami tangani," ucap Dewi.

Menurut Dewi, dalam profil kawasan kumuh itu sekaligus dipetakan permasalahan mengatasi kawasan kumuh di masyarakat. Permasalahan tersebut bisa terbagi dua, yakni masalah sosial dan infrastruktur permukiman. "Kedua jenis masalah itu dirumuskan dan diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan menggunakan sistem yang sudah ada di pemerintahan," kata Dewi.

Menurut Dewi, permasalahan yang dihadapi dari segi masyarakat adalah budaya hidup miskin di kalangan masyarakat. Perlu ada peningkatan kesadaran masyarakat terkait hidup bersih dan layak.

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur Agus Sidiki, mengatasi sampah memang perlu ada peningkatan kesadaran menjaga kesehatan lingkungan di masyarakat. Sampai saat ini, katanya, masih sulit sekali mengendalikan kebiasaan warga membuang sampah rumah tangga di pinggir jalan.

Dibongkar

Sebanyak 250 bangunan di sepanjang Kali Krukut di wilayah Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dibongkar mulai Rabu (30/9). Warga yang bermukim tidak mendapatkan kompensasi apa pun.

Pembongkaran bangunan tersebut merupakan bagian dari langkah normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Nuryati (70), warga RT 003 RW 002 Kelurahan Petojo Utara, Gambir, mengatakan, informasi pembongkaran diterima beberapa pekan lalu. "Sekarang, ya, terpaksa dibongkar," ucapnya sambil melihat dapurnya yang sedang dibongkar oleh keluarga.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan, langkah pembongkaran ini merupakan bagian dari pemulihan fungsi Sungai Krukut. "Setelah penertiban bangunan beres, nanti akan dibangun sheet pile di tepi sungai dengan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) paket 7," katanya.

Camat Gambir Fauzi mengatakan, pembongkaran bangunan dilakukan di Kali Krukut sepanjang 2,1 kilometer. "Bangunan yang terkena pembongkaran ada di RW 001, 002, dan 003 Kelurahan Petojo Utara," katanya. (MDN/ART)

Sumber: Kompas | 1 Oktober 2015

Berikan komentar.