TRP
Seret pada Pos Pembelian Lahan
02 Oktober 2015 \\ \\ 489

JAKARTA — Hingga triwulan III, realisasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2015 tercatat Rp 18,52 triliun atau 29,1 persen dari pagu. Penyerapan anggaran yang seret, antara lain, terjadi pada pos pembelian lahan oleh dinas teknis. Padahal, nilainya mencapai triliunan rupiah.

Soal pengadaan lahan menjadi salah satu fokus pembahasan rapat pimpinan di Balai Kota Jakarta, Senin (28/9). Kendala pembelian lahan, antara lain, dialami dinas pertamanan dan pemakaman, dinas tata air, serta dinas perumahan dan gedung pemerintahan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan catatan kepada dinas pertamanan dan pemakaman. Menurut dia, instansi itu baru menyerap sekitar Rp 300 miliar dari sekitar Rp 2 triliun anggaran pembelian lahan. "Selisih itu signifikan sehingga berpengaruh terhadap realisasi penyerapan," ujarnya.

Selain dinas pertamanan, Basuki juga meminta dinas tata air mempercepat pembelian lahan. Selain penyerapan anggaran, pembelian tanah juga dibutuhkan untuk merealisasikan program pembangunan lain.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati menyatakan, pengadaan lahan mengalami sejumlah kendala, antara lain terkait kejelasan status kepemilikan tanah. Dia mencontohkan beberapa bidang tanah yang sebenarnya telah diserahkan pengembang untuk fasilitas umum atau fasilitas sosial, tetapi diklaim dan dijual oleh penghuninya saat ini.

"Kami berencana membeli tanah di 67 lokasi, 57 di antaranya telah mengantongi surat penetapan lokasi oleh gubernur. Sebanyak 12 lokasi sudah kami bayar, 27 lokasi lain rencana dibayar minggu ini, total anggarannya sekitar Rp 660 miliar," kata Ratna.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta Ika Lestari Aji menyatakan telah merealisasikan 40 persen anggaran pembelian lahan dari APBD 2015. Dari pagu Rp 403 miliar untuk tujuh lokasi, tiga di antaranya telah dibeli, yaitu di Jalan Inspeksi Kanal Banjir Timur, lahan untuk rusun di Jalan Pulo Jahe, dan lahan untuk rusun di Jalan Rorotan IV.

"Dua bidang lahan akan dibayarkan pada Oktober 2015, yaitu lahan untuk rusun di Kelurahan Pulogebang dan di Kelurahan Kelapa Gading. Masih ada bangunan yang harus dibongkar oleh pemilik lahan di Kelurahan Kelapa Gading karena di situ ada penggarap," ujar Ika.

Dalam APBD Perubahan 2015, lanjut Ika, pihaknya berencana membeli enam bidang lahan untuk rusun dengan anggaran Rp 1,4 triliun. Lima di antaranya sudah mendapat izin trase dan surat keputusan gubernur.

Enam lahan yang akan dibeli dengan dana APBD Perubahan 2015 berlokasi di Jalan Ancol Ba- rat, Kecamatan Pademangan, seluas 0,9 hektar senilai Rp 180 mi- liar; Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, seluas 4,7 hektar senilai Rp 670 mi- liar; Jalan Yos Sudarso, Kecamat- an Tanjung Priok, seluas 1,2 hektar senilai Rp 181,5 miliar; Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, seluas 3 hektar senilai Rp 110 miliar; Jalan Raya Bogor Km 28, Kecamatan Pasar Rebo, seluas 3,6 hektar senilai Rp 200 miliar; dan Jalan Raya Joglo, Kecamatan Kembangan, seluas 1,5 hektar senilai Rp 98 miliar.

Rusun yang akan dibangun di atas lahan-lahan tersebut diprioritaskan untuk relokasi warga di pinggiran kali, waduk, dan danau. Rusun juga bisa digunakan untuk relokasi warga yang tinggal di pinggir rel kereta, di permukiman padat, dan di bawah SUTET atau jalan layang dan jembatan.

Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan, ada peningkatan persentase penyerapan anggaran tahun ini dibandingkan dengan realisasi pada periode sama tahun lalu. Hingga akhir triwulan III-2014, realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp 17,76 triliun atau 27,9 persen.

"Jika penetapan APBD Perubahan 2015 lancar, yakni rampung sebelum 10 Oktober, kami optimistis realisasi hingga akhir tahun bisa mencapai 70 persen. Kami bantu satuan dan unit kerja perangkat daerah guna mempercepat proses dengan menyiapkan dokumen pengadaan barang dan jasa lebih awal," kata Heru. (FRO/MKN)

Sumber: Kompas | 29 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.