TRP
Biaya Operasional Tinggi, PPD Kaji Ulang Transjabodetabek
25 September 2015 \\ \\ 540

JAKARTA — Belum genap sebulan berjalan, Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta atau PPD bakal meninjau ulang bus transjabodetabek, terutama terkait pendapatan yang belum sebanding dengan biaya operasional.

Padahal, koordinator Suara Transjakarta, David Tjahjana, Rabu (23/9), berpendapat, transjabodetabek membantu pengguna transjakarta di koridor yang dilalui, seperti Depok-PGC-Grogol di Koridor IX transjakarta, Ciputat-Blok M di Koridor I, dan Harapan Indah-Pasar Baru di Koridor II. Waktu tunggu kedatangan bus menjadi lebih pendek.

Pengguna transjakarta dari Depok, Bekasi, Ciputat, dan Tangerang terbantu oleh transjabodetabek. Mereka tak perlu membayar tarif tambahan karena bus melintas di jalur transjakarta dan berhenti di setiap halte.

Menurut David, pola itu ideal untuk memperluas cakupan integrasi angkutan massal. Namun, kerja sama tersebut bisa putus jika PPD terus merugi karena biaya operasional lebih tinggi ketimbang pendapatan. "Pembahasan soal pembayaran per kilometer perlu diselesaikan agar penumpang dan operator sama- sama untung," ujarnya.

Namun, Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa menjelaskan, sekitar 80 persen penumpang transjabodetabek naik-turun di dalam koridor transjakarta. Artinya, tak ada sumbangan pendapatan dari mayoritas pengguna karena transjabodetabek beroperasi gratis selama di koridor transjakarta. Hanya ada 20 persen pengguna yang naik atau turun di luar koridor transjakarta dengan tarif Rp 9.000 dan Rp 10.000 per penumpang.

"Kami akan evaluasi setelah tiga bulan operasi. Selain aspek bisnis, evaluasi juga menyangkut pola operasi transjabodetabek, seperti rute Harapan Indah-Pasar Baru yang berimpitan dengan transjakarta di rute Pulogadung- Harmoni," ujarnya.

Dari empat rute, rute Depok- PGC-Grogol menunjukkan jumlah penumpang yang terus naik. Rute Harapan Indah-Pasar Baru, Ciputat-Blok M, dan Poris Plawad-Kemayoran fluktuatif.

Rute Harapan Indah-Pasar Baru mendapat perhatian khusus karena tidak jauh beda dengan rute Koridor II transjakarta. Harapan Indah hanya beberapa kilometer jaraknya dari titik akhir transjakarta di Pulogadung. Ketimbang terus naik transjabodetabek dan membayar Rp 9.000, penumpang memilih turun dan berganti angkutan kota dengan tarif Rp 3.000-Rp 4.000.

Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih menyatakan, skema subsidi pemerintah melalui sistem pembayaran per kilometer belum berlaku bagi transjabodetabek yang dioperasikan PPD. Subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke PT Transjakarta diberikan untuk operator bus yang bekerja sama dengan PT Transjakarta. Bus-bus itu beroperasi di dalam Kota Jakarta saja.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah, Kamis (24/9), mengatakan, pembayaran per kilometer ditentukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). "Semua operator angkutan umum yang ingin masuk dalam sistem pembayaran per kilometer silakan langsung lelang ke LKPP. Nanti kami tinggal mengambil dari sana," ujar Andri. (MKN/FRO)

Sumber: Kompas | 25 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.