TRP
Proyek Trem Dilanjutkan
25 September 2015 \\ \\ 607

Surotrem Akan Mulai Dibangun pada Pertengahan 2016

SURABAYA — Proyek pembangunan trem di Kota Surabaya, Jawa Timur, segera dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Surabaya, Kementerian Perhubungan, dan PT Kereta Api Indonesia pada 23 September nanti. Penandatanganan kerja sama ini menegaskan pembagian tugas dan kewenangan ketiga pihak sehingga proyek trem itu dapat cepat selesai dikerjakan.

"Tugas setiap instansi akan terlihat lebih detail sehingga proyek mudah dilakukan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji, Kamis (17/9), di Surabaya. Pembangunan moda transportasi trem yang akan dinamakan Surotrem ini ditargetkan dapat segera dikerjakan pada pertengahan 2016 dan selesai pada 2018.

Dalam pembagian tugas itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bertugas menyiapkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan melaksanakan pembangunan proyek. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bertugas membangun depo trem dan mengoperasikan trem tersebut. Adapun Pemkot Surabaya mendukung kelancaran pembangunan, seperti menyiapkan jalur trem dan merancang transportasi pengumpan.

Proyek trem ini mulai direncanakan secara matang sejak 23 November 2013 ketika mantan Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan (kini Menteri Perhubungan) membahas rencana ini dengan Pemkot Surabaya. Sejak itu, Pemkot Surabaya, Kemenhub, dan PT KAI sering mengadakan pertemuan untuk membahas beberapa hal, seperti penyiapan lahan, pematangan trase, dan penyiapan mekanisme tiket.

Bersama perguruan tinggi, Pemkot Surabaya juga menelusuri jalur trem lama di Surabaya era 1920-1960. Jalur trem lama itu menjadi acuan untuk membuat jalur yang baru. "Jadi tidak benar jika proyek ini berjalan lambat karena sudah banyak yang dipersiapkan secara bertahap supaya tidak ada masalah di kemudian hari," kata Agus.

Surotrem ini nanti akan memiliki jalur sepanjang 17,14 kilometer dari kawasan Perak di utara hingga Wonokromo di selatan. Di dua titik itu akan dibangun stasiun. Di sepanjang rute tersebut akan dibangun 27 halte. Kepastian bentuk trem belum diketahui, tetapi yang pasti, trem itu akan menggunakan tenaga listrik sehingga ramah lingkungan.

Agus mengatakan, setelah penandatanganan kerja sama pekan depan, anggaran Rp 124 miliar yang ada di Kemenhub dapat difokuskan untuk menyelesaikan detail desain teknis. Selanjutnya, pada akhir 2015, diharapkan dapat segera dilakukan lelang pengerjaan proyek. Jika proses lelang dapat selesai dalam dua bulan, pengerjaan fisik dapat segera dimulai.

Integrasi

Pada pembangunan tahap kedua, jalur trem itu akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Di selatan, jalur trem itu juga akan disambungkan ke Terminal Purabaya sehingga warga dari Sidoarjo dapat memarkir kendaraan pribadi mereka di teminal dan melanjutkan perjalanan menggunakan trem.

Untuk alasan keamanan dan kelancaran perjalanan, trem itu akan melaju di rel khusus yang dipasangi pembatas. Dengan demikian, kendaraan pribadi tidak dapat menyerobot jalur trem.

Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknik Sepuluh Nopember Surabaya, Wahyu Herijanto, mengatakan, jalur khusus trem itu akan membuat trem tepat waktu. "Trem mampu menjawab persoalan kemacetan karena mampu mengangkut hingga 2.000 orang per jam," kata Wahyu.

Namun, Wahyu juga mengingatkan pemerintah agar trem ini didukung angkutan pengumpan yang memadai. Angkutan pengumpan ini yang mengantar penumpang dari rumah hingga ke stasiun atau halte trem.

Untuk angkutan pengumpan, Pemkot Surabaya merencanakan menggunakan mikrolet dan bus. Penumpang pun dapat membayar layanan trem dan angkutan pengumpan sekaligus dengan menggunakan kartu pintar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah mengatakan bahwa trem merupakan salah satu proyek yang akan dikebut sebelum masa jabatannya berakhir pada 28 September 2015.

Pembangunan trem itu juga menjadi program nasional yang sudah dirancang dalam Rancangan Program Jangka Menengah 2015-2019. Pemerintah memprogramkan membangun 1998 kilometer jalur kereta api perkotaan berbasis rel. Surabaya bertekad menjadi kota yang paling siap untuk merealisasikan program tersebut. (DEN)

Sumber: Kompas | 18 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.