TRP
Gedung Mewah di Jalur Inspeksi Akan Dibongkar
25 September 2015 \\ \\ 358

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan, semua bangunan yang menghambat jalur jalan inspeksi sungai, termasuk bangunan mewah, akan dibongkar. "Wajib dibongkar. Semuanya kami bongkar, kecuali bersertifikat dan tak melanggar aturan. Apartemen, ruko- ruko (rumah toko), apalagi rumah mewah, semua akan dibongkar," ucap Basuki saat mengunjungi Rumah Susun Sederhana Sewa Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (16/9).

Ia lalu merujuk pada pembongkaran 14 ruko mewah di Jatinegara, Jakarta Timur. Meski bersertifikat, bangunan itu tetap dirobohkan karena melanggar aturan. "Kami punya foto-fotonya. Pokoknya yang melanggar, kami bongkar," ucapnya.

Pengamatan Kompas, kemarin, di depan satu kompleks apartemen mewah di tepi Kali Grogol, di seberang kompleks Mal Taman Anggrek, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tak memungkinkan dibangunnya jalan inspeksi.

Di jembatan masuk kompleks apartemen tersebut, lebar tanah tepian kali tinggal menyisakan beberapa meter saja. Di sisi lain jembatan masuk kompleks apartemen tersebut, tembok apartemen didirikan rapat dengan kali sehingga tak memungkinkan jalan inspeksi dibangun.

Asisten Bidang Pemerintahan Kota Jakbar Deny Ramdani, ditemui di tempat yang sama, mengakui, sejak awal pendiriannya, bangunan itu sudah memicu kontroversi. "Kalau melihat exis-ting-nya memang melanggar. Tetapi, soal perizinan ada di tangan Pemprov DKI, bukan Pemkot Jakbar," tutur mantan Camat Grogol Petamburan itu.

Di lokasi lain di Jakbar, satu kompleks ruko dan hunian mewah di tepi Jalan Meruya Ilir atau Jalan Lapangan Bola, yang salah satu sisinya ada di tepi Kali Pesanggrahan, juga tak memungkinkan dibangun jalan inspeksi.

Di Jakarta Utara, pembongkaran bangunan liar di kolong tol dan pinggir kali juga terus dilakukan. Sebanyak 390 bangunan liar di bawah kolong Tol Prof Sedyatmo dibongkar sejak Rabu hingga kemarin.

Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko menyampaikan, di lokasi itu akan dibangun ruang publik terpadu ramah anak, sarana olahraga, dan jalur hijau. "Pengawasan ketat dilakukan untuk mengantisipasi adanya warga membangun kembali gubuk liar dan munculnya parkiran truk," ucapnya. (WIN/JAL)

Sumber: Kompas | 18 September 2015

Berikan komentar.