TRP
Jepang Protes Keras Aksi Pengeboran Gas Bumi Tiongkok
25 September 2015 \\ \\ 280

TOKYO — Pemerintah Jepang memprotes keras Tiongkok yang menurut mereka terbukti mulai melakukan aktivitas penggalian dan eksploitasi gas bumi di kawasan sengketa di Laut Tiongkok Timur dekat dengan perbatasan. Tokyo memprediksi, terdapat setidaknya tujuh kilang pengeboran minyak dan gas bumi yang telah beroperasi dari total 16 kilang milik Tiongkok di sana.

"Kami telah memprotes secara resmi lewat jalur diplomatik terkait masalah ini," ujar Menteri Kepala Kabinet Yoshihide Suga dalam jumpa pers, Rabu (16/9).

Suga sangat menyesalkan langkah sepihak Tiongkok, sementara persoalan sengketa kedua negara di perairan itu masih belum tuntas.

Baik Jepang maupun Tiongkok sama-sama sepakat pada 2008 membangun cadangan bawah laut di wilayah sengketa itu. Keduanya juga bersepakat menentang aktivitas pengeboran sepihak di sana.

"Tiongkok harus meninggalkan argumen uniknya yang usang, yang sama sekali tak dipakai negara mana pun," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang.

Menurut pejabat yang meminta dirahasiakan namanya itu, Tiongkok tak bisa lagi berkeras karena tak ada aturan internasional yang mengakui bahwa mereka bisa memperluas hak-hak yang dimiliki di sepanjang landas kontinennya," ujar Suga.

Tokyo telah lama mencurigai bahwa Beijing telah melanggar kesepakatan pembangunan bersama kawasan sengketa yang sama-sama berada di kawasan ekonomi eksklusif (ZEE) mereka yang saling tumpang tindih itu.

Pihak Jepang menyebut, garis median wilayah kedua negara seharusnya menandai batas ZEE masing-masing. Akan tetapi, Tiongkok memaksa bahwa batasan itu harus ditarik lebih mendekati wilayah Jepang.

Dengan begitu, ada lebih banyak bagian atau fitur di perairan laut itu yang masuk ke dalam wilayah landas kontinen Tiongkok. Semua kilang pengeboran minyak itu, dengan metode pengukuran batas versi Tiongkok tadi, diklaim berada di wilayah mereka.

Tidak hanya itu, Tiongkok juga terlibat dalam sengketa wilayah dengan Jepang di kawasan lain di Laut Tiongkok Timur.

Kepulauan tersebut dikendalikan Jepang dan dikenal dengan nama Senkaku selain versi penamaan Tiongkok, Diaoyu.

Selain bersengketa dengan Jepang, Tiongkok juga punya masalah perbatasan dengan sedikitnya empat negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN): Malaysia, Brunei, Filipina, dan Vietnam.

Di perairan Laut Tiongkok Selatan itu Beijing bahkan mengklaim sekitar 90 persen luas laut sebagai teritorial mereka selain kawasan pencarian ikan tradisionalnya.

Sementara itu, dari Beijing dilaporkan, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengaku tak akan pernah menyerah, apalagi mengubah klaim mereka atas Laut Tiongkok Selatan. Hal itu disampaikannya menjelang rencana kunjungan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat menemui Presiden Barack Obama.

"Saya ingin kembali mengatakan bahwa Kepulauan Nansha, juga dikenal dengan nama Spratly, adalah bagian dari teritorial kami. Semua itu didasari sepenuhnya fakta-fakta sejarah dan hukum," ujar Wang. (AFP/DWA)

Sumber: Kompas | 17 September 2015 | SENGKETA WILAYAH

Artikel Terkait.
Berikan komentar.