TRP
Fase Kedua MRT Dibangun 2017
25 September 2015 \\ \\ 323

KARAWANG — Pembangunan fase kedua angkutan massal cepat atau MRT yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat dengan Kampung Bandan di Jakarta Utara ditargetkan bisa dimulai akhir 2017. Saat ini, PT MRT Jakarta masih menunggu kepastian pinjaman dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) senilai Rp 250 miliar yang akan digunakan untuk studi teknis.

"Idealnya, sebelum pengerjaan konstruksi fase pertama selesai, fase kedua sudah dimulai. Maunya, sih, akhir 2017 sudah bisa mulai, jadi bisa selesai 2020," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami seusai acara pengiriman perdana beton pracetak segmen dinding terowongan (tunnel segment) untuk kebutuhan MRT di Pabrik PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Kobe), Karawang, Jawa Barat, Selasa (15/9).

Wika Kobe merupakan anak perusahaan Wika Beton. Adapun Wika Beton adalah anak perusahaan badan usaha milik negara PT Wijaya Karya. Selain Dono Boestami dan Direktur Wika Kobe Bambang Legowo, acara ini turut dihadiri Presiden Direktur Wika Beton Wilfred Singkali.

Menurut Dono, percepatan pembangunan fase kedua MRT dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 9 kilometer ini menunggu pencairan pinjaman JICA yang bekerja sama dengan pemerintah pusat. Pinjaman itu akan digunakan untuk studi teknis. "Untuk studi teknis sendiri paling lama satu tahun," ucap Dono.

Tak ada kendala

Dalam pembangunan fase pertama, menurut Dono, sudah tidak ada lagi kendala pembebasan lahan. Saat ini, proyek pembangunan fisik MRT untuk fase pertama masih sekitar 30 persen. Fase pertama yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 kilometer ditargetkan rampung akhir 2018.

Fase pertama dan kedua pembangunan MRT ini merupakan bagian dari jalur selatan-utara. Setelah jalur ini selesai digarap, pembangunan MRT dilanjutkan untuk jalur timur-barat yang membentang dari Cikarang (Bekasi) menuju Balaraja (Tangerang) sepanjang 187 kilometer. "Untuk jalur timur-barat target selesai 2025," kata Dono.

Ia menambahkan, keberadaan MRT nanti akan diintegrasikan dengan moda transportasi massal lain, seperti kereta commuter line, kereta ringan (LRT), bus transjakarta, dan kereta api bandara. Salah satu lokasi yang menjadi titik pengintegrasian adalah Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PT Wika Kobe Bambang Legowo mengatakan, PT Wika Kobe telah memproduksi sekitar 3.540 unit pracetak tunnel segment untuk kebutuhan pembangunan jalur bawah tanah MRT di paket 104 dan 105 yang dimulai di titik Patung Pemuda Membangun. Adapun tunnel segment yang akan digunakan untuk paket 106 di Bundaran HI baru akan diproduksi mulai akhir September ini.

Bambang menambahkan, nilai kontrak untuk pembuatan produk pracetak tunnel segment MRT tersebut adalah Rp 190 miliar. Produk itu mulai digunakan seiring dengan pengoperasian perdana bor bawah tanah dalam proyek MRT. Pengeboran dijadwalkan mulai akhir bulan ini. (ILO)

Sumber: Kompas | 16 September 2015

Berikan komentar.