TRP
Buka Ruang Diskusi untuk Menata Kota
14 September 2015 \\ \\ 546

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu tetap membuka ruang diskusi untuk penataan kota yang berkelanjutan agar tercipta pembangunan yang manusiawi. Saatnya warga tak lagi ditempatkan sebagai obyek, tetapi bagian dari pembangunan itu sendiri.

Hal itu disampaikan Country Manager of International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) Indonesia Irvan Pulungan pada diskusi "Penggusuran Kampung Pulo Tepatkah?", Jumat (11/9). Diskusi itu diadakan oleh komunitas Ngobrol Pintar (Ngopi) Universitas Negeri Jakarta di Kampus A UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur.

Hadir sebagai narasumber Ketua Ciliwung Merdeka Sandiawan Sumardi dan perwakilan Teman Ahok, Tubagus Ramadhan.

Menurut Irvan, Pemerintah Kota Bangkok, Thailand, bisa jadi contoh dalam penataan kota. Untuk menata permukiman di pinggiran sungai, pemerintah setempat memulai dengan membuka ruang diskusi terkait langkah penataan ruang yang diambil.

Bagaimanapun, ujar Irvan, manusia harus ditempatkan sebagai manusia, bukan sebagai obyek pembangunan. Infrastruktur dan sarana yang dibangun adalah untuk memanusiakan manusia.

Di Spanyol, misalnya, pemerintah setempat bisa mengambil keputusan meruntuhkan tujuh mal untuk kepentingan ruang publik. Keberanian semacam itu, lanjut Irvan, juga dinanti di Kota Jakarta yang sudah telanjur tumbuh dengan mal di mana-mana.

"Politik ruang Jakarta yang selama ini dikuasai pengusaha harus diatasi. Penataan ruang demi masyarakat itu yang diutamakan, seperti halnya Surabaya dengan penyediaan ruang publik bagi warga," ucap Irvan.

Sementara itu, normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo masih terus berjalan.

Sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Timur melalui Kali Cipinang juga memasuki tahap penyelesaian pengeboran untuk pipa kedua di bagian pembuangan air atau outlet ke Kali Cipinang.

Untuk kepentingan pekerjaan sodetan Sungai Ciliwung itu, ruas Jalan Otista 3 akan kembali ditutup pada 12 September atau Sabtu ini sampai 30 Oktober. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah menyampaikan, pengendara yang datang dari Jalan DI Panjaitan ke Jalan Otista 3 bisa melalui Jalan Kebon Nanas 1 dan Jalan Kebon Nanas 2.

Sebaliknya, pengendara yang datang dari Jalan Raya Otista ke Jalan Otista 3 bisa melalui Jalan Kebon Nanas Utara dan Jalan Panti Asuhan. (MDN)

Sumber: Kompas | 12 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.