TRP
Tiang Monorel untuk LRT
11 September 2015 \\ \\ 791

Bahu Jalan Arteri Juga Dipakai

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan bahwa proyek pembangunan monorel tak akan berlanjut. Tiang-tiang yang selama ini mangkrak akan digunakan untuk proyek kereta ringan yang dibangun pemerintah pusat.

"Kami sudah kirim surat. Monorel sudah tidak ada lagi ceritanya. Tiang-tiangnya akan dipakai untuk LRT (kereta ringan)," kata Basuki, Kamis (10/9).

Hal itu dibenarkan Kepala Divisi LRT PT Adhi Karya, Agus Karyanto. Adhi Karya adalah BUMN yang ditunjuk pemerintah pusat untuk membangun dua tahap pertama LRT di Jabodetabek.

Menurut Agus, Kamis, selain memanfaatkan sisi jalan tol sebagai lintasan kereta ringan, pihaknya juga akan memanfaatkan tiang pancang monorel yang mangkrak di tengah Kota Jakarta untuk dijadikan fondasi jalur LRT, terutama untuk rute Dukuh Atas-Palmerah-Senayan.

Gubernur Basuki menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak memutuskan kontrak dengan PT Jakarta Monorail karena kontrak dengan perusahaan itu sudah selesai sejak lama. Ke depan, Basuki menegaskan tak akan ada lagi negosiasi dengan PT Jakarta Monorail.

Menurut Basuki, depo LRT tak akan bermasalah seperti depo monorel yang tadinya akan dibangun di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut rencana, depo LRT yang dibangun PT Adhi Karya akan berlokasi, antara lain, di Cibubur, Ciracas, dan Cawang, Jakarta Timur. Sementara depo LRT yang dibangun Pemprov DKI untuk koridor Kelapa Gading-Kebayoran Lama berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Direktur PT Jakarta Monorail Sukmawati Syukur berharap pembangunan LRT tak dimangkrakkan seperti monorel. Dia juga berharap ada solusi yang baik bagi proyek monorel yang dianggap bermasalah. Menurut dia, secara teknis dan finansial PT Jakarta Monorail siap melanjutkan proyek jika diberi lokasi depo.

Tol dan arteri

Agus juga memastikan tidak akan ada pembebasan lahan yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk pembangunan LRT. Alasannya, jalur dan stasiun kereta ringan berada di sisi jalan tol (Jakarta-Cikampek dan Jagorawi) yang merupakan tanah milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Bagian Tata Ruang Pemerintah Kota Jakarta Timur Toni menambahkan, selain di area tol, jalur LRT juga akan memanfaatkan bahu jalan arteri di dalam kota. "Pembangunan ini dimaksimalkan menggunakan area sekitar tol dan bahu jalan arteri di Jalan Gatot Subroto dan MT Haryono," ucapnya.

Menurut Toni, masih diperlukan pembebasan lahan di sejumlah titik yang akan menjadi lokasi stasiun. "Tetapi, luasan area yang masih butuh pembebasan lahan juga kecil sekali," ujarnya.

Wasta Gunadi dari bagian Humas PT Jasa Marga menambahkan, pembangunan LRT tak akan mengganggu lalu lintas di dalam tol. Lokasi pembangunannya juga bukan di bahu jalan tol, melainkan di luar badan jalan. "Secara konstruksi, manajemen lalu lintas kendaraan material tak akan mengganggu jalan tol," ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi juga menegaskan siap menindaklanjuti pembangunan LRT oleh pemerintah pusat dengan memberikan kemudahan perizinan dan menyiapkan infrastruktur pendukung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Kamis, mengatakan, pihaknya masih membahas persiapan infrastruktur pendukung, termasuk akses ke stasiun LRT. Terdapat tiga titik di Bekasi yang disiapkan menjadi stasiun, yakni di dekat Gerbang Tol Bekasi Timur, dekat Gerbang Tol Bekasi Barat, dan Jatibening.

Kedua jalur LRT yang dibangun di Jakarta Timur itu merupakan akses dari daerah penyangga ke tengah Kota Jakarta, yakni dari kawasan Bekasi, Cileungsi, Depok, dan Bogor. Setiap hari kedua jalur itu selalu dipadati kendaraan warga yang bekerja di Jakarta.

Data dari Jabodetabek Public Transportasi Policy Implementation Strategy, hingga 2014, tak kurang dari 2,5 juta perjalanan datang dari Bekasi setiap harinya. Sementara dari Bogor dan Depok sebanyak 2,2 juta perjalanan per hari.

Jumlah perjalanan dari ketiga kawasan penyangga itu memberi kontribusi 25 persen total perjalanan di dalam Kota Jakarta yang mencapai 18,7 juta perjalanan.

Untuk memperlancar arus lalu lintas di lintas Jakarta-Bekasi, sat ini juga sedang dibangun Tol Bekasi-Cakung-Kampung Melayu (Becakayu), jalan inspeksi Kalimalang, dan pelebaran Jalan Raya Kalimalang. (FRO/MDN/ILO)

Sumber: Kompas | 11 September 2015

Berikan komentar.