TRP
Cirebon Usul Revisi RTRW Peternakan
11 September 2015 \\ \\ 477

CIREBON — Untuk menggairahkan peternakan sapi, Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengusulkan perluasan areal hamparan bagi kandang dan pemeliharaan sapi dalam rancangan tata ruang dan wilayah daerah Cirebon. Keberadaan lahan khusus bagi kandang dan pemeliharaan sapi mendesak ditambah karena daerah pesisir itu amat bergantung pada suplai sapi dari daerah lain, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sekretaris Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cirebon Muhidin, Rabu (9/9), mengatakan, salah satu kendala selama ini yang dialami warga di Cirebon ialah tak adanya lahan yang memadai untuk beternak sapi. Warga Cirebon belum terbiasa beternak sapi di lahannya. Menurut rencana, diusulkan lebih dari 100 hektar dari 40.000 hektar lahan pertanian abadi yang ditetapkan dalam RTRW Cirebon agar diubah menjadi areal hamparan ternak sapi.

"Beternak sapi di Cirebon perlu lahan khusus di luar areal permukiman agar tak mengganggu warga lainnya. Bau kotoran sapi akan membuat warga lainnya tak nyaman. Hal-hal semacam ini menjadi kendala bagi peternak sapi," ujar Muhidin.

Peternakan sapi di Cirebon juga belum seperti di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang rata-rata memiliki sapi di bagian belakang rumahnya. Sapi sudah menjadi bagian hidup petani sebab sapi juga dijadikan tabungan atau investasi bagi petani. Bahkan, saat memiliki sedikit uang untuk disimpan, petani di Jatim dan Jateng banyak yang memilih untuk membeli sapi atau hewan lainnya, termasuk kambing.

"Di Cirebon sudah ada budaya memelihara kambing, tetapi budaya memelihara sapi belum banyak atau tidak tersebar rata. Hal itulah yang berusaha kami picu dengan perluasan areal hamparan bagi kelompok ternak sapi. Harapannya, lebih banyak petani tertarik untuk membuat kandang sapi," jelas Muhidin.

Pemotongan sapi di Cirebon rata-rata 40 ekor per hari. Sebagian besar dari sapi itu berasal dari luar daerah. "Kami belum bisa memenuhi kebutuhan sapi sendiri. Perlu juga diingat bahwa RPH (rumah pemotongan hewan) di Kabupaten Cirebon juga menyuplai kebutuhan daging sapi bagi warga di wilayah Kota Cirebon," katanya.

Jahari (53), Ketua Kelompok Tani Ternak Sapi Padusan di Talun, menuturkan, tidak mudah untuk mengajak warga setempat beternak sapi. Kegiatan itu memerlukan keseriusan karena menggemukkan sapi memakan waktu enam bulan untuk mencapai bobot ideal. Di desa itu pun rata-rata peternak masih menjadikan peternakan sapi sebagai usaha sampingan. (rek)

Sumber: Kompas | 10 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.