TRP
Momentum LRT
11 September 2015 \\ \\ 287

Presiden Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan moda transportasi kereta ringan (light rail transit /LRT) rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas, Rabu (9/9). Sebuah kebetulan juga, Forum Ekonomi Nusantara yang diadakan harian Kompas dan BNI, Rabu, di Hotel Santika, Slipi, mengambil tema "Sistem Transportasi yang Terintegrasi".

Sistem transportasi kereta ringan ini tentu saja untuk membantu membawa para pelaju dari wilayah pinggiran menuju pusat kota Jakarta. Saat ini lebih dari 7 juta pelaju dari wilayah pinggiran masuk ke Jakarta setiap hari. Selain itu, ada 24 juta perjalanan per hari dalam kota Jakarta. LRT juga bisa membantu perjalanan dalam kota sehingga bisa menekan penggunaan mobil pribadi atau moda transportasi jalan raya.

Berkaitan dengan tema "Sistem Transportasi yang Terintegrasi", LRT, yang akan siap pada 2018, tentu saja harus dibuat terintegrasi dengan moda tranportasi lainnya yang sudah ada seperti transjakarta, kereta rel listrik (KRL), dan nantinya transportasi massal cepat (MRT) yang akan siap pada 2017. Dengan demikian, perjalanan pelaju menjadi nyaman dan dengan tarif yang terjangkau.

Dari diskusi FEN terungkap bahwa upaya untuk menjadikan sistem transportasi yang terintegrasi secara penuh merupakan pekerjaan yang cukup sulit. Sistem satu tiket yang bisa dipakai untuk semua moda transportasi masih terkendala. Pihak pengelola KRL sejauh ini mengeluarkan kartu multitrip yang hanya bisa dipakai untuk KRL. Jika hendak dikembangkan agar bisa digunakan untuk moda transportasi lain, jelas melanggar ketentuan Bank Indonesia.

Sementara itu, sejumlah bank nasional mengeluarkan kartu uang elektronik yang bisa digunakan sebagai tiket untuk KRL sekaligus untuk transjakarta. Kartu ini juga bisa digunakan untuk tiket tol dan belanja di tempat tertentu. Diharapkan, nantinya kartu ini juga bisa dipakai untuk tiket MRT dan LRT. Tentu saja, ke depan, pemerintah, lembaga, dan badan terkait harus memikirkan sistem tiket terpadu ini.

Kalangan perbankan perlu memikirkan kartu uang elektronik yang bisa digunakan para pemakai transportasi publik untuk semua moda transportasi yang ada. Dengan sekitar 250 juta pengguna transportasi publik per tahun, dan jika sebagian besar menggunakan kartu uang elektronik, sangat banyak dana yang bisa dihimpun perbankan. Dana murah ini tentu saja bisa membantu perbankan dalam menyalurkan kredit bagi pertumbuhan ekonomi.

Jika transportasi terintegrasi dalam tarif masih sulit, yang mungkin bisa segera didorong adalah integrasi dalam infrastruktur dan jadwal. Infrastruktur ini berkaitan dengan konektivitas dengan moda transportasi yang ada. Sejauh ini, sejumlah stasiun KRL terpadu dengan halte transjakarta. Namun, perlu dibenahi lagi karena kadar keterpaduannya sangat rendah, seperti trotoar antara stasiun KRL dan halte yang tak dilengkapi atap.

Transportasi yang terintegrasi akan mendorong semakin banyak pelaju menggunakan transportasi publik. Selain itu, juga semakin mendorong perjalanan dalam kota Jakarta menggunakan transportasi publik. Kondisi ini dipastikan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi atau transportasi jalan darat. Lebih lanjut akan menekan kemacetan dan kerugian puluhan triliun rupiah karena konsumsi bahan bakar minyak.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sistem transportasi publik yang terintegrasi. Jika demikian, pemerintah dan semua pemangku kepentingan, termasuk media massa, sejak sekarang terus mendorong terwujudnya sistem transportasi terintegrasi. Seiring dengan mulai dibangunnya LRT, menyusul segera rampungnya MRT, keterpaduan KRL dan transjakarta akan semakin mendorong jumlah penumpang transportasi publik. Dengan pembenahan trotoar menuju stasiun, ditambah pembenahan moda transportasi reguler lainnya, semakin banyak peminat transportasi publik.

Tentu saja transportasi terpadu ini tidak terbatas pada transportasi manusia, tetapi juga transportasi barang (logistik). Transportasi barang yang terpadu akan menekan biaya logistik yang saat ini menjadi sumber biaya tinggi. (Pieter P Gero)

Sumber: Kompas | 10 September 2015

Berikan komentar.