TRP
Lahan Jalan Layang Segera Dibebaskan
09 September 2015 \\ \\ 536

JAKARTA — Untuk mendukung pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Ciledug-Tendean, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembebasan lahan di sejumlah titik proyek. Saat ini sosialisasi pembebasan lahan sedang dilakukan.

Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, pembebasan lahan diperlukan untuk tempat transit bus, halte, tangga halte, dan jalur jalan layang. "Pembebasan tidak dalam jumlah besar. Hanya beberapa lokasi diperlukan untuk tempat menaikkan dan menurunkan penumpang," ujar Heru, Selasa (8/9).

Heru menjelaskan, pembebasan lahan akan dilakukan antara lain di paket pembangunan Adam Malik di Jalan Ciledug Raya. Di lokasi ini, lahan diperlukan untuk jalur naik bus menuju jalan layang dan jalur turun bus dari jalan layang menuju jalan biasa.

Selain itu, pembebasan lahan juga akan dilakukan untuk kebutuhan halte, tangga, dan lokasi balok jembatan (box girder). Pembebasan lahan akan dilakukan Unit Pelaksana Teknis Pembebasan Lahan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Untuk itu, sosialisasi kepada warga sudah mulai dilakukan.

Di Kelurahan Cipulir, lahan yang akan dibebaskan terletak antara lain di depan pusat perbelanjaan Carrefour dan di persimpangan Sesko TN AL. Masing-masing sebanyak 15 bidang lahan. Kebanyakan berupa ruko dan kios warga.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah menyelenggarakan pertemuan dengan warga untuk sosialisasi pembebasan lahan. Setelah sosialisasi, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan BPN akan mengukur luas tanah dan memeriksa berkas-berkas lahan. Belum diketahui nilai lahannya karena masih sosialisasi.

Perkembangan proyek

Saat ini, pembangunan jalan layang terus berlanjut. Di Jalan Ciledug Raya, pekerja memasang fondasi dan tiang penyangga. Di Jalan Kapten Pierre Tendean, sejumlah tiang penyangga sudah berdiri. Pekerja menyiapkan pemasangan balok jembatan.

Hingga minggu ini, secara keseluruhan semua kontraktor sudah merampungkan 22 persen proyek pembangunan jalan layang panjangnya 9,3 kilometer.

Jalan layang tersebut ditargetkan siap digunakan tahun 2016. Proyek yang terbagi delapan paket itu dimulai Februari 2015. (DNA/B03)

Sumber: Kompas | 9 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.