TRP
LRT Dibangun Bulan Ini
08 September 2015 \\ \\ 664

Trotoar, Lahan Parkir, dan Angkutan Pengumpan Perlu Disiapkan

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyelesaikan peraturan gubernur tentang penunjukan pelaksana pembangunan LRT pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan LRT di Wilayah DKI Jakarta. Direncanakan, bulan ini juga pembangunan LRT mulai dilaksanakan.

Di Jakarta, koridor LRT (Kelapa Gading-Kebayoran Lama) direncanakan mulai dibangun September ini. Kini, Pemprov DKI masih menyelesaikan penyusunan draf peraturan gubernur (pergub). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati, Senin (7/9), mengatakan, pergub secara spesifik menyebutkan PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana pembangunan sistem transportasi kereta ringan (light rapid transit/LRT) di Jakarta.

"Sekarang (pergub) masih dalam tahap finalisasi. Perbal (kata-kata) sudah selesai, tetapi kami masih harus menyelesaikan tanda tangan penyertaan dari sejumlah instansi. Kami harapkan pekan depan pergub bisa terbit," ujar Tuty.

Pergub tersebut juga secara detail akan menyebutkan skema pendanaan, rute, dan hal teknis lain terkait LRT. Menurut Tuty, skema pendanaan akan berbentuk dua macam, yakni penyertaan modal pemerintah dan pinjaman pemerintah daerah.

Dana yang diperlukan sekitar Rp 10,5 triliun untuk infrastruktur (lower structure) satu koridor LRT. Dana awal akan diambilkan dari perubahan APBD 2015.

Belum ada detail rute LRT yang akan dibangun DKI Jakarta. "Trase untuk rute LRT yang dibangun Pemprov DKI masih dibahas di Kementerian Perhubungan. Sesuai perpres, kami diberi kewenangan meninjau ulang jalur yang ditetapkan. Yang penting jalurnya terintegrasi dengan LRT yang dibangun PT Adhi Karya," ujar Tuty.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Abdul Hadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tender manajemen proyek. Direncanakan sejumlah proyek lain, seperti pembangunan wisma atlet Asian Games 2018, rusunawa di Ujung Menteng, dan pembangunan depo LRT, dicanangkan bersamaan dengan pembangunan LRT.

Di tempat terpisah, anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta Aditya Dwi Laksana mengatakan, pemda di lintasan LRT mesti mempersiapkan akses pejalan kaki serta moda angkutan umum pengumpan menuju stasiun-stasiun LRT. "Trotoar dan angkutan pengumpan ini mesti dipersiapkan sejak saat ini. Jangan sampai setelah LRT ada, penumpang sulit mengakses stasiun LRT," ucapnya.

Perlu pula ada lahan parkir untuk menaruh kendaraan para penumpang LRT. Area ini perlu dipersiapkan untuk memudahkan akses menuju stasiun LRT.

Setelah keluarnya Peraturan Presiden No 98/2015 dan Perpres No 99/2015, sejumlah jalur LRT akan dibuat di Jakarta dan terhubung dengan Bogor, Depok, dan Bekasi. Pembangunan LRT dibagi menjadi dua, yakni pekerjaan yang dibiayai pemerintah pusat dan pekerjaan yang dibiayai pemerintah daerah.

LRT yang dibiayai pemerintah pusat akan dikerjakan PT Adhi Karya, dengan enam koridor, yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, Dukuh Atas- Palmerah-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol.

Transjabodetabek

Bus transjabodetabek Depok- PGC-Grogol mulai dioperasikan Senin. "Ada dua bus di terminal dan langsung kami berangkatkan setelah acara peresmian," kata Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa.

Dia mengatakan, sejauh ini, antusiasme orang menggunakan transjabodetabek cukup baik. Pande optimistis transjabodetabek diminati penumpang. Untuk tahap awal, tarif transjabodetabek masih dipatok Rp 9.000 per orang. Besaran tarif ini sama seperti halnya di rute Ciputat-Blok M, Bekasi (Harapan Indah)-Pasar Baru, serta Poris Plawad Tangerang-Kemayoran.

Transjabodetabek merupakan hibah dari pemerintah pusat lewat Kementerian Perhubungan. Namun, PPD mengoperasikannya tanpa subsidi pemerintah.

KRL 12 kereta

Satu rangkaian KRL yang terdiri dari 12 kereta akan dioperasikan di rute Jakarta Kota-Bogor mulai pekan ini.

"Saat ini, headway KRL lintas Bogor sudah 5 menit. Jadi sudah jenuh. Kami sulit menambah perjalanan KRL dengan kondisi saat ini. Sementara itu, jumlah penumpang terus naik. Karenanya, langkah yang paling bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut adalah dengan memperpanjang rangkaian KRL," papar Direktur Operasi dan Pemasaran PT KAI Commuter Jabodetabek Dwiyana Slamet Riyadi. (ART/FRO)

Sumber: Kompas | 8 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.