TRP
Proyek Jalan Tol Dilanjutkan
08 September 2015 \\ \\ 2713

Peraturan Baru Mempercepat Proses Pembebasan Lahan

MALANG — Proyek Jalan Tol Malang-Pandaan, Jawa Timur, kembali dikerjakan setelah terhenti sekitar enam bulan. Tahun 2016, pembebasan lahan untuk jalan tol itu ditargetkan tuntas.

Perkembangan proyek Tol Malang-Pandaan terakhir terjadi pada Maret 2015, ketika dilakukan pembayaran uang ganti rugi pembebasan lahan untuk 76 bidang seluas 11,9 hektar dengan nilai ganti rugi Rp 110 miliar.

"Proyek terhenti karena ada pergantian dari tim lama ke tim baru, mengikuti aturan baru Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pertanahan. Segera setelah ini inventarisasi ulang lahan akan dilakukan dan segera diumumkan," kata Mulyoto, pejabat pembuat komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Senin (7/9), di Malang.

"Peraturan baru semakin mempercepat proses pembebasan lahan. Jika terjadi keberatan tentang harga, kasusnya bisa diajukan langsung ke pengadilan dan jika belum tuntas langsung ke Mahkamah Agung. Tidak seperti sebelumnya, pengajuan keberatan melalui bupati dan gubernur. Dengan percepatan sistem ini, diharapkan tahun 2016 pembebasan lahan untuk Tol Mapan (Malang-Pandaan) tuntas," kata Mulyoto.

Jalan Tol Malang-Pandaan Kabupaten Pasuruan direncanakan sepanjang 38,488 kilometer (km) dengan lebar 85 meter. Jalan yang diharapkan dapat memecah kepadatan lalu lintas jalur Malang-Surabaya itu membentang mulai Madyopuro dan Cemorokandang (Kota Malang) sepanjang 1,8 km, Pakis dan Lawang (Kabupaten Malang) 19,9 km, serta Purwodadi dan Pandaan (Kabupaten Pasuruan) 16,6 km.

Pembebasan lahan dilakukan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.

"Pembebasan lahan untuk jalan tol tidak mudah karena masyarakat sekarang semakin pintar. Mereka mematok harga tanah untuk jalan tol dengan harga sangat tinggi, tidak sesuai kondisi sebenarnya. Itu yang menyulitkan pembebasan lahan," kata Bupati Malang Rendra Kresna.

Proyek Tol Malang-Pandaan direncanakan sejak 2005. Proyek sempat terhenti karena semburan lumpur Lapindo. Tol itu diharapkan terkoneksi dengan Tol Porong, Sidoarjo. Program nasional itu juga sempat terhambat karena terjadi pergantian kontraktor yang bertanggung jawab atas penyelesaian proyek.

Untuk mendukung proyek Tol Malang-Pandaan, Pemerintah Kota Malang menyiapkan Jalan Mayjen Sungkono dan Ki Ageng Gribig sebagai akses pendukung.

Trans-Sulawesi

Masih terkait infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Perhubungan pun menyiapkan rencana pembebasan lahan tahap kedua pembangunan jalur kereta api (KA) Trans-Sulawesi rute Makassar-Parepare. Pembebasan lahan tahap ini ditujukan untuk jalur yang melintasi Kabupaten Barru, Pangkajene, dan Kepulauan (Pangkep), Maros, dan Kota Parepare.

Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel, empat pemerintah kabupaten/kota yang dilalui jalur KA, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait di Makassar, Senin.

Pemerintah pusat melalui APBN 2015 telah mengalokasikan dana pembebasan lahan untuk tahap kedua sebesar Rp 200 miliar. Menurut rencana, dana itu digunakan untuk membebaskan jalur sepanjang 70 km.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, yang memimpin rapat, mengatakan, pembebasan lahan tahap kedua akan dilakukan di antara empat kabupaten/ kota, yakni Barru, Pangkajene, dan Kepulauan (Pangkep), Maros, dan Parepare. Adapun pembebasan lahan untuk Makassar yang juga dilalui jalur KA Trans- Sulawesi akan dilakukan secara terpisah.

"Nanti akan dilihat daerah mana yang paling siap untuk dibebaskan lahannya. Itu yang akan didahulukan pembayarannya," ujar Agus.

Saat ini, ia menilai dua daerah yang paling siap untuk pembebasan lahan tahap kedua adalah Barru dan Parepare. Total panjang jalur KA itu 146 km.

Dari Bandar Lampung dilaporkan, perbaikan Jembatan Tegineneng berdampak kemacetan panjang di Jalan Lintas Tengah Sumatera. Jembatan yang menjadi penghubung utama dari dan ke beberapa kabupaten tersebut ditargetkan selesai pada awal bulan depan. (DIA/GER/ENG)

Sumber: Kompas | 8 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.