TRP
Kondisi Jalan Nasional di Talaud Memprihatinkan
07 September 2015 \\ \\ 459

MANADO — Pembangunan infrastruktur jalan nasional di sejumlah wilayah perbatasan Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, kondisinya buruk. Bahkan, jalan yang baru dibangun tidak lama rusak dan berlubang.

Warga Beo, Raymond Mangetik (47), di Manado, Sabtu (5/9), mengungkapkan, jalan Melonguane-Beo sepanjang 36 kilometer yang baru dikerjakan kondisinya sudah berlubang lagi. Kerusakan mudah terjadi karena struktur jalan tidak kuat sehingga ketika kendaraan berat melintas tidak kuat menahan beban.

Dikatakan, jalan berlubang terlihat di wilayah Tarohan dan Desa Matahit. Pada beberapa ruas jalan seperti turun beberapa sentimeter sehingga jalan terlihat tidak rata. Raymond menduga rendahnya pengawasan atas sejumlah proyek membuat jalan nasional tidak berkualitas.

Jalan berlubang terlihat juga pada proyek jalan nasional lingkar Pulau Karakelang. "Para pengguna kesulitan melintasi jalur jalan yang kondisinya rusak dan berlubang," kata Josep Tundu, warga Karakelang.

Engel, warga Melonguane, mengatakan, kerusakan infrastruktur jalan karena adanya pelebaran jalan Melonguane-Beo sepanjang 40 meter. Proyek ini yang kemudian merusak sejumlah jalan yang baru dikerjakan. Bahkan, proyek pelebaran jalan itu mengikis sejumlah wilayah perkebunan kelapa milik warga.

Berdasarkan pemantauan beberapa waktu lalu, pengadaan proyek pelebaran jalan Melonguane-Beo sebagai proyek prestise.

Pemanfaatan jalan sepanjang 36 km tidak maksimal sebab kendaraan yang melewati poros jalan itu dapat dihitung dengan jari. Dalam 1 jam, 20-30 mobil yang lalu lalang. "Jalannya terlalu lebar dan kurang termanfaatkan, kenapa dipaksakan," kata Engel.

Pemerintah Kabupaten Talaud telah melakukan ganti rugi atas bangunan dan perkebunan warga, pohon cengkeh, kelapa, dan pala Rp 100.000. Adapun pohon kayu produksi dan buah- buahan diganti Rp 50.000.

Bupati Talaud Sri Wahyuni Manalip, beberapa waktu lalu, menyatakan kekecewaannya atas pekerjaan jalan nasional di wilayah Talaud. Ia berharap pekerjaan jalan nasional di wilayahnya berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten sehingga dapat melakukan pengawasan atas pekerjaan.

Keluhan itu direspons Kepala Balai Jalan dan Jembatan Sulawesi Utara dan Gorontalo Sam Londong. Ia mengatakan akan mengecek laporan dari warga.

"Kami akan tegur pelaksana proyek jika benar jalan yang baru dibangun sudah rusak," kata Sam Londong (zal)

Sumber: Kompas | 7 September 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.