TRP
Mendesak, Jalan Lingkar Luar Timur Sidoarjo
07 September 2015 \\ \\ 2821

Gandeng Swasta untuk Membuka Akses ke Kawasan Bisnis

SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menunggu respons pemerintah pusat terkait usulan pembangunan jalan lingkar luar timur. Pembangunan jalan berkelas nasional sepanjang 25 kilometer ini penting untuk menambah infrastruktur jalan yang sudah ada.

Selain itu, Jalan Lingkar Luar Timur Sidoarjo (JLLTS) mengakomodasi kepentingan dunia industri ataupun sektor usaha lain yang tumbuh pesat.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sidoarjo Sigit Setyawan, JLLTS menghubungkan tiga daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Pasuruan. Jalan ini akan terkoneksi dengan Jalan Tol Waru-Juanda dan Jalan MERR (Middle East Ring Road) Surabaya.

"Bahkan, runway baru Bandara Juanda Surabaya yang akan dibangun di sisi timur, nantinya juga akan terkoneksi dengan JLLTS," ujar Sigit Setyawan, Sabtu (5/9), di sela acara peresmian jalan baru penghubung Kecamatan Waru dengan Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Sigit mengatakan, perencanaan pembangunan JLLTS masuk dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah yang berlaku hingga 2029. Di dalam perda itu tertuang pembangunan JLLTS mulai Kecamatan Jabon di perbatasan Sidoarjo-Pasuruan, melewati pesisir hingga Kecamatan Sedati yang berbatasan dengan Surabaya.

Jalan ini diharapkan menjadi solusi memecah kemacetan lalu lintas di jalur tengah mulai bundaran Waru-Kecamatan Sidoarjo-Porong. Jalur tengah selama ini menjadi akses utama masyarakat dan pelaku industri sehingga kerap terjadi penumpukan kendaraan.

Akses kawasan industri

Manfaat lain JLLTS yakni menyediakan akses bagi kawasan industri, baik kawasan lama maupun baru, seperti rencana di Kecamatan Jabon. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga sudah membangun Pelabuhan Sungai Porong di Desa Tlocor, dan berencana mengembangkan jadi pelabuhan besar yang terkoneksi dengan Tanjung Perak di Surabaya.

Kehadiran kawasan industri baru di Jabon ini sangat dinantikan. Proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja setelah matinya kawasan industri di Kecamatan Porong akibat lumpur Lapindo. Dulu, sedikitnya ada 25 pabrik besar berorientasi ekspor dengan karyawan mencapai 10.000 orang.

Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah mengatakan, penambahan infrastruktur terutama jalan di wilayahnya sangat mendesak. Sebab, laju pertumbuhan investasi sangat pesat. Sebagai gambaran, pertumbuhan ekonomi Sidoarjo tahun 2014 mencapai 7,04 persen dan tahun 2015 ini ditargetkan sebesar 7,2 persen.

"Kendati terjadi pelambatan ekonomi nasional, kami optimistis target pertumbuhan ekonomi tercapai. Sebab, investasi yang masuk tinggi. Tahun lalu, nilainya mencapai Rp 13,6 triliun," kata Syaiful Ilah.

Tingginya nilai investasi di Sidoarjo harus diimbangi pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, selain mendorong realisasi pembangunan jalan baru berkelas nasional, pemda juga mengupayakan menambah jalan kabupaten, serta melakukan pemeliharaan jalan yang sudah ada dengan perbaikan rutin.

Gandeng perusahaan

Mantan Wakil Bupati Sidoarjo ini menambahkan, pembangunan atau perbaikan jalan di Sidoarjo tidak hanya mengandalkan dana dari pemerintah pusat, provinsi, ataupun kabupaten. Namun, mengajak investor swasta untuk berpartisipasi dalam proyek supaya pembangunannya lebih maksimal.

Salah satu contohnya pembangunan Jalan Anwar Hamzah sepanjang 1,5 km yang menghubungkan Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, dengan Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati. Jalan yang pembangunannya dimulai awal tahun dan diresmikan Sabtu lalu itu didanai oleh pengembang perumahan dan apartemen PT Sipoa Grup.

"Jalan baru ini tidak saja menjadi alternatif akses yang memudahkan mobilitas warga, tetapi juga akan merangsang kegiatan ekonomi produktif di sekitarnya. Saya berharap perusahaan-perusahaan lain mengikuti langkah seperti ini, minimal dengan memperbaiki jalan di sekitar pabriknya," tutur pengusaha tambak ini.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo meninjau pembangunan jalan lingkar Waru-Surabaya sepanjang 1,1 km yang dibangun pihak swasta PT Surabaya Lingkar Mas. Jalan yang membuka akses langsung dari Sidoarjo menuju Masjid Al Akbar Surabaya itu akan dihibahkan kepada pemerintah. Hal ini dimaksudkan bermanfaat untuk kepentingan umum dan bisnis agar lebih maksimal.

Apabila jalan ini jadi, masyarakat tidak perlu memutar melalui Jalan Achmad Yani untuk mencapai Masjid Al Akbar. Jalan yang diprediksi berbiaya Rp 30 miliar ini memungkinkan pengguna jalan yang keluar dari Tol Sidoarjo-Waru untuk langsung menuju Masjid Al Akbar.

Dinas PU Bina Marga Sidoarjo mencatat, total panjang jalan mencapai 992 km, dan 179 km di antaranya dalam kondisi rusak. Jalan itu tidak hanya menyangga mobilitas warga, tetapi juga menopang kegiatan produksi dari 2.763 perusahaan yang beroperasi di 18 kecamatan di Sidoarjo. Selain itu, juga menjadi jalur transportasi dan mobilisasi bagi 23.000 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. (NIK)

Sumber: Kompas | 7 September 2015

Berikan komentar.