TRP
Mobil Rombongan Gubernur Dirusak
07 September 2015 \\ \\ 325

SERANG — Rombongan Gubernur Banten Rano Karno dihadang warga yang memprotes kerusakan jalan di Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (5/9). Tiga mobil rusak, tetapi tidak ada anggota rombongan dan warga terluka.

Mobil-mobil rusak karena ditendang dan diinjak. Selain itu, kaca mobil Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banten pecah dilempari batu. Terjadi perusakan properti milik pemerintah daerah.

"Saya atas nama Pemprov Banten sangat menyesalkan dan menyayangkan kejadian itu," ucap Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Banten Deden Apriandhi di Serang, Banten, Minggu (6/9).

Deden mengatakan, saat dihadang, sebagian besar kendaraan termasuk mobil Gubernur masih bisa melaju. Rombongan kurang dari 10 mobil. Kendaraan yang rusak itu yakni mobil Biro Humas dan Protokol, mobil Dinas Koperasi dan UMKM, serta mobil Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Banten.

Perjalanan mobil-mobil itu dihambat dan ditahan warga sekitar 30 menit, hingga sekitar pukul 18.15. Deden tak mengetahui desa letak penghadangan. "Itu di tengah jalan. Saya tidak terlalu memperhatikan. Kecamatannya, Panggarangan," ujarnya.

Kecamatan itu terletak di sebelah selatan Kota Serang dengan jarak sekitar 175 kilometer dan waktu tempuh delapan jam. Rombongan Gubernur Banten hendak menghadiri Seren Taun di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Lebak. Penghadangan hanya dilakukan 10-15 orang.

Mereka menuntut berdialog mengenai jalan rusak di daerahnya dengan Gubernur. Deden mengatakan, Gubernur sebenarnya sudah bersedia bertemu warga. Namun, insiden terjadi sehingga dialog tak dilaksanakan.

Status jalan yang rusak bukan jalan provinsi, tetapi jalan nasional. Oleh karena itu, Pemprov tidak dapat mengeluarkan keputusan apa-apa. "Mereka yang menghadang bukan warga, tetapi segelintir oknum. Hanya sebagian kecil pemuda. Tuntutan dialog sebenarnya sudah diterima Gubernur dengan baik," katanya.

Tempat untuk berdialog pun sudah disediakan, tetapi niat itu tidak ditanggapi positif. Deden menambahkan, Gubernur datang ke Lebak juga untuk mengecek program dan mengawasi langsung kondisi, termasuk pembangunan proyek provinsi di Banten bagian selatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banten Eneng Nurcahyati yang ikut mobil Dinas Koperasi dan UMKM Banten terkejut ketika kaca kendaraan itu pecah. Kaca yang pecah yakni di bagian pintu sopir.

Batu tidak masuk, tetapi sebagian kecil serpihan kaca berhamburan ke dalam mobil tipe minibus itu. Eneng mengatakan, dia tidak mengira warga akan menghadang. Meski demikian, dia bersyukur karena mobil yang ditumpanginya selamat dan bisa melanjutkan perjalanan.

"Saya tidak mengetahui desa tempat penghadangan terjadi. Saat itu sudah menjelang magrib. Saya dengar, aksi itu belum mendapatkan izin," ucapnya.

Menurut Johan Permana (28), pengelola Homestay Queen di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Lebak, jalan rusak membuat wisatawan yang hendak ke desa wisata di Banten bagian selatan tersebut memilih lewat Jawa Barat karena jalannya lebih baik.

Warga desa lain di Banten bagian selatan juga kerap mengeluhkan jalan rusak. Jalan dari Malingping ke Bayah memang sedang dicor. "Namun, masih ada jalur yang belum dicor dan rusak. Kalau jalan bagus, saya yakin tingkat hunian akan meningkat," katanya. (bay)

Sumber: Kompas | 7 September 2015 | Jalan Rusak

Berikan komentar.