TRP
Jakarta-Rotterdam Garap Tata Air
25 Agustus 2015 \\ \\ 332

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Rotterdam, Belanda, di bidang tata air. Selain penanggulangan banjir, kedua kota juga bertukar pengalaman dalam pengelolaan air, pembuatan kebijakan terkait tata air, dan pembiayaan pembangunan tata air.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima kunjungan Wali Kota Rotterdam Ahmed Aboutaleb, Senin (24/8), di Balai Kota Jakarta. Ini merupakan kunjungan ketiga Aboutaleb ke Jakarta.

"Gubernur akan ke Rotterdam bulan depan dan kami dengan senang hati akan mengajak dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kami berurusan dengan air. Jakarta akan banyak berhubungan dengan air di masa depan. Tidak hanya air untuk konsumsi, tetapi juga banjir," kata Aboutaleb.

Sejak kunjungan pertama Aboutaleb ke Jakarta tahun 2013, sudah ada 12 pegawai negeri sipil DKI Jakarta yang terbagi dalam dua kelompok yang magang selama tiga bulan pada Pemerintah Kota Rotterdam untuk mempelajari beragam hal. Bulan depan, satu kelompok yang terdiri atas enam orang akan kembali magang di Rotterdam.

Aboutaleb menambahkan, pengalaman Rotterdam bergelut dengan banjir sudah selama 400 tahun. "Tidak mudah bagi kami untuk bilang bahwa kami akan mulai besok lalu bisa selesai dalam satu tahun. Ini adalah upaya besar dengan pemikiran jangka panjang. Jika saya memberikan saran, bukan untuk Gubernur Jakarta saja, tetapi untuk siapa saja. Kalau warga menginginkan, tentu mereka juga akan mendukung dan berkontribusi," ujarnya.

Ada kesamaan sistem drainase antara Jakarta dan Rotterdam. Aboutaleb mengatakan, jika ingin meniru, silakan. "Tetapi jangan tiru kesalahan kami," katanya.

Basuki membenarkan bahwa penanggulangan banjir bukan pekerjaan satu hari satu malam. "Satu hal yang menguntungkan bagi kita, kita tidak perlu melalui proses coba-coba seperti mereka. Mereka sudah memakai teknologi paling mutakhir yang bisa kita contoh. Kami sudah bandingkan berbagai kota dan yang paling cocok adalah Rotterdam," ujarnya.

Reklamasi

Selain kerja sama tata air, Jakarta dan Rotterdam juga menjajaki perluasan kerja sama di bidang reklamasi dan pembangunan pelabuhan. Rotterdam telah berhasil mengembangkan konsep pelabuhan terintegrasi.

Basuki berencana mengembangkan pelabuhan baru di pulau reklamasi di pantai utara Jakarta, yaitu Pulau O, Pulau P, dan Pulau Q seluas 100 hektar. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami ingin meniru konsep pembangunan pelabuhan Rotterdam yang besar, termasuk reklamasinya. Nantinya pelabuhan ini bisa jadi pusat logistik sehingga distribusi logistik bisa menjadi lebih murah untuk mendukung Pelabuhan Tanjung Priok," tutur Basuki. (FRO)

Sumber: Kompas | 25 Agustus 2015

Berikan komentar.