TRP
Upaya Menghijaukan Kawasan Kumuh
10 Agustus 2015 \\ \\ 453

Sabtu pagi kemarin, di sekitar kantor Dinas Perhubungan Muara Angke, ratusan orang yang terdiri dari warga Muara Angke, siswa-siswi sejumlah SMA/SMK di Jakarta, dan karyawan badan usaha milik negara berkumpul. Mereka membersihkan kawasan yang selama ini terkenal kumuh itu dari sampah kemudian menanam pohon.

Genangan air hitam bekas hujan malam sebelumnya, yang di beberapa tempat mencapai kedalaman hingga 20 sentimeter, tak menyurutkan semangat mereka.

"Pukul 7 pagi saya sudah di lokasi karena ada pembagian baju dan alat keruk sampah," ujar Marina (50), warga Kampung Blok Empang, Muara Angke. Padahal, kegiatan membersihkan kawasan itu baru dimulai sekitar pukul 10.00.

Selain baju dan alat keruk sampah, Marina juga mendapatkan dua bibit pohon trembesi untuk ditanam di dekat rumahnya.

Kegiatan pengumpulan sampah yang sudah dilakukan sejak hari Kamis (6/8) itu bisa mengumpulkan tumpukan sampah yang memenuhi 33 truk milik Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara. Jika satu truk dapat mengangkut 16 ton sampah basah, berarti kegiatan itu berhasil membersihkan lebih dari 500 ton sampah.

Tidak hanya itu, beberapa ruas jalan di Muara Angke yang tak berselokan tampak ditanami bibit-bibit pohon baru, seperti trembesi dan kalpataru. Sekitar 2.000 bibit pohon dan 500 bibit bunga pucuk merah dan bougenvil juga dibagikan kepada warga.

Semua kegiatan itu merupakan bagian dari program "Senyum Hijau Kampoeng Angke" yang diprakarsai dua BUMN, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, yang bekerja sama dengan Green Smile Indonesia dan TNI.

Menteri BUMN Rini Soemarno, yang hadir dalam acara itu, mengatakan, pihaknya telah memerintahkan semua BUMN membuat program tanggung jawab sosial, seperti Senyum Hijau Kampoeng Angke ini. "Namun, program ini jangan hanya hari ini saja agar 10 tahun ke depan kita melihat Muara Angke yang hijau," katanya.

Selain mengangkut sampah dan menanam pohon, program itu juga membuat lomba kampung bersih dan lomba hias perahu nelayan. "Ini cara menstimulus masyarakat untuk menjaga lingkungan. Memang (hasilnya) tidak instan," kata pembina Green Smile Indonesia, Laksamana Muda TNI (Purn) Dadang Irawan, yang berjanji akan terus berbicara dengan masyarakat setempat tentang kelanjutan program itu.

Arpani (70), Kepala Kampung Blok EC dan Blok Empang Muara Angke, menuturkan, masyarakat sangat mengapresiasi tindakan nyata untuk menata lingkungannya ini. "Biasanya, kami hanya diingatkan lewat ucapan, bukan tindakan," ujarnya.

Masyarakat pun berharap program dapat berkelanjutan. Arpani mengakui, sampah memang berasal dari warga di kawasan itu. Namun, lanjutnya, warga terpaksa buang sampah sembarangan karena tak ada tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah Blok Empang.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jakarta Utara Rusman Sagala mengatakan, pengelolaan sampah oleh masyarakat mulai digalakkan melalui kerja sama dengan beberapa BUMN. Menurut dia, hal itu dilakukan dengan membina masyarakat untuk memanfaatkan sampah, bukan membangun banyak TPS. "Memang masih banyak yang harus dibenahi. Ini tanggung jawab pemerintah," ujarnya.

Upaya menghijaukan Muara Angke yang kumuh sudah dimulai. Semoga tak berhenti sampai di sini.... (B05)

Sumber: Kompas | 9 Agustus 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.