TRP
Kanal Timur Segera Ditata
07 Agustus 2015 \\ \\ 434

Pemerintah Akan Mengatur Zonasi dan Membatasi Waktu Operasi PKL

JAKARTA — Kawasan di sekitar Kanal Timur yang dibangun dengan rapi beberapa tahun lalu, kini menjadi kumuh dan semrawut. Warga setempat mengeluhkan timbunan sampah dari para pedagang kaki lima dan tawuran yang sering terjadi. Pemerintah pun berencana menata kawasan tersebut dalam waktu dekat.

Sejak selesai dibangun, kawasan itu menjadi lokasi rekreasi warga sehingga menarik para pedagang kaki lima (PKL). Namun, makin lama, okupasi PKL itu tak hanya memunculkan kesemrawutan, tetapi juga menyebabkan timbunan sampah hingga memicu tawuran.

Warga sekitar Kanal Timur pun turut menerima dampak buruk ramainya PKL di kawasan Kanal Timur. Warga di kompleks Cipinang Indah, Kelurahan Pondok Bambu, misalnya, selalu menemukan timbunan sampah bekas jualan PKL di selokan tempat tinggal mereka.

Tak hanya sampah, sebagian warga juga mengaku, keramaian PKL mengundang kelompok-kelompok orang untuk berkumpul dan berujung dengan tawuran.

"Kami juga tidak tahu orang- orang itu datang dari mana. Hanya karena rebutan tempat nongkrong, mereka tawuran di sini dan mengganggu kenyamanan kami," ujar Ani (50), warga Cipinang Indah, Kamis (6/8).

Menurut Ani, padatnya PKL di Kanal Timur pada malam hari dan akhir pekan juga kerap menyebabkan kemacetan. Ani mengaku pernah hampir setengah jam terjebak macet di depan kompleks Cipinang Indah. "Bayangkan, mau masuk rumah saja susah," katanya.

Gangguan lain, kata Ani, adalah sikap tak peduli pengunjung dan PKL terhadap kebersihan lingkungan. Para pengunjung dan PKL itu tak hanya meninggalkan sampah, tetapi juga kotoran manusia karena tak tersedianya toilet umum di sepanjang Kanal Timur.

Meski demikian, warga juga mengaku diuntungkan dengan hadirnya PKL itu. "Kehadiran PKL membuat kami makin mudah menjangkau pedagang makanan dan minuman. Lingkungan tempat tinggal juga jadi lebih ramai," kata Mardi (47), warga lain Cipinang Indah.

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) berencana segera melaksanakan penataan untuk memaksimalkan fungsi kawasan Kanal Timur itu. Areal parkir dan dagang, misalnya, akan ditempatkan di sisi selatan kanal, sementara sisi utara akan digunakan sebagai ruang sosial dan rekreasi yang steril dari pedagang dan areal parkir.

"Mulai minggu depan kami akan menata Kanal Timur, khususnya yang berada di wilayah Jakarta Timur," kata Wali Kota Jaktim Bambang Musyawardana, Kamis (6/8), seusai rapat koordinasi penataan Kanal Timur di Kantor Wali Kota Jaktim.

Enam zona

Saat ini, sebanyak 1.267 pedagang memadati kawasan Kanal Timur, baik di sisi utara maupun selatan. Parkir liar pun menjamur di sejumlah tempat. "Hal ini membuat masyarakat tak punya ruang untuk rekreasi atau olahraga," kata Bambang.

Bambang menyatakan, Kanal Timur akan dibagi dalam enam zona. Sebagai proyek percontohan, dua zona akan diselesaikan dalam tiga bulan. Dua zona ini ada di wilayah Kelurahan Cipinang Muara dan Duren Sawit.

Sementara empat zona lagi akan dikerjakan tiga bulan berikutnya. "Dalam waktu enam bulan, penataan harus selesai," katanya.

Pemerintah, menurut Bambang, akan fokus pada penataan pedagang, areal parkir, penyediaan tempat bermain anak, penerangan jalan, dan pengelolaan taman kota.

Pemerintah juga akan mengatur waktu berjualan. Pada Senin hingga Jumat, pedagang bisa berjualan pukul 18.00-24.00. Sementara Sabtu dan Minggu, mereka hanya bisa berdagang pukul 06.00-11.00. Kios yang digunakan pun hanya kios nonpermanen yang bisa dibongkar pasang.

Bongkar portal

Di Jakarta Barat, Wali Kota Jakbar Anas Effendi bertekad membongkar semua portal jalan di lingkungan kompleks perumahan yang mengganggu arus lalu lintas dan menjadi salah satu penyebab kemacetan.

"Perintah saya, dibongkar. Harus dibongkar, bukan hanya dibuka," ujarnya, Kamis. Ia menyampaikan hal itu menanggapi rencana pembongkaran portal di Kelurahan Tanjung Duren Utara. Namun, berdasarkan pantauan Kompas, kemarin, belum satu pun dari 19 portal di sana dibongkar. (WIN/MDN/B01)

Sumber: Kompas | 7 Agustus 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.