TRP
Integrasi Transjakarta Positif
07 Agustus 2015 \\ \\ 462

Masyarakat Berharap Ada Jaminan Ketersediaan Armada dan Fasilitas Pendukung

JAKARTA — Integrasi transjabodetabek dengan transjakarta dinilai positif untuk meningkatkan pengguna angkutan umum dan mengurangi kendaraan pribadi di jalan raya. Namun, integrasi butuh dukungan infrastruktur dan keterpaduan angkutan pengumpan.

Berdasarkan kontrak kerja sama antara Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), mulai pekan depan, bus transjabodetabek akan melalui jalur transjakarta saat tiba di Jakarta dari Depok, Tangerang, Kota Tangerang, dan Bekasi. Sebanyak 78 bus transjabodetabek, menurut rencana, akan melalui trayek Depok-PGC (Pusat Grosir Cililitan)-Grogol (25 unit), Harapan Indah Bekasi- Pasar Baru (25 unit), dan Poris Plawad-Kemayoran, tepatnya di Pekan Raya Jakarta Kemayoran (28 unit).

"Semoga saja busnya ada," ucap Iqbal Muhammad (19), warga Kota Tangerang, Rabu (5/8). Pasalnya, halte tempat bus yang menuju Jakarta dan direncanakan menjadi tempat transjabodetabek hanya didatangi bus pada pukul 06.00-07.00 dan 16.00-17.00.

Rabu siang, halte di depan Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, itu kosong. Tidak ada penumpang yang menanti dan tidak ada bus yang melintas di halte itu. Tepat di depan halte, seberang jalan, Stasiun Batu Ceper ramai oleh penumpang kereta komuter.

Iqbal yang kerap berkunjung ke Jakarta harus menghabiskan Rp 13.000-Rp 19.000 menuju ke Jakarta dengan menggunakan bus yang berada di dalam terminal. Saat lalu lintas padat, lanjutnya, dari Poris Plawad hingga Jalan Sudirman, Jakarta, membutuhkan waktu dua jam. "Padahal, kalau naik kereta (KRL) tidak sampai satu jam," ujarnya.

Menurut Iqbal, bus transjabodetabek bisa menjadi andalan penumpang karena bus dapat mencapai lokasi yang tak dilewati KRL. Apalagi, transjabodetabek dari sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Depok, dan Kota Tangerang, ke Jakarta menerapkan tarif flat hanya Rp 9.000.

"Kalau waktu tunggu transjabodetabek tak lama, bus itu pasti diandalkan karena tidak mesti transit," kata Handoyo (36), warga Tebet, Jakarta Selatan, yang bekerja di Kota Tangerang.

Manajer Operasi Perum PPD Hendri Dunan mengatakan, pihaknya telah melakukan survei trayek dan kesiapan bus transjabodetabek. Saat tiba di Jakarta, transjabodetabek melalui jalur khusus transjakarta dan tidak diperkenankan mengambil penumpang di luar halte transjakarta. Bus transjabodetabek beroperasi pukul 05.00-23.00.

"Saat jam padat (pagi dan sore), interval kedatangan bus 5-10 menit. Di luar jam sibuk, waktu kedatangan bus 15-20 menit," ujarnya.

Kecepatan bus maksimal 50 kilometer per jam, dikemudikan sopir bersertifikat, serta dioperasikan dengan standar teknis dan keselamatan transjakarta. Awak bus tidak diperkenankan memungut biaya tambahan kepada penumpang selama beroperasi di jalur transjakarta.

Pemberian bus

Pemerintah Kota Tangerang berharap rencana pemberian armada bus transjabodetabek dari Kementerian Perhubungan segera terealisasi. "Kami sudah mendapat kabar akan ada pemberian armada bus transjabodetabek. Bus ini akan dikelola PPD. Kami hanya sebagai pengawas operasional di lapangan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Engkos Zarkasi.

Dalam rencana awal, Kota Tangerang akan mendapat bantuan 40 bus. Bus ini, kata Engkos, diharapkan bisa melengkapi 10 armada APTB rute Poris Plawad- Kalideres, Jakarta Barat, yang sudah beroperasi sejak 2012.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Ellen Tangkudung menilai positif rencana integrasi transjabodetabek dengan transjakarta. "Setiap tambahan angkutan massal positif bagi kebutuhan mobilitas masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, integrasi mensyaratkan infrastruktur pendukung, seperti halte, jalur pedestrian, area parkir (park and ride), dan angkutan pengumpan, untuk memudahkan warga dari dan ke permukiman.

Pengamat kebijakan transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Tory Damantoro, menambahkan, yang perlu dicermati dalam integrasi kali ini antara lain soal manajemen operasi. PPD harus menunjukkan perbaikan kinerja dan melaksanakan standar pelayanan minimum sebagaimana diberlakukan bagi bus-bus transjakarta. (MKN/PIN/B05)

Sumber: Kompas | 6 Agustus 2015

Berikan komentar.