TRP
Pedagang Alun-alun Utara Ditertibkan
04 Agustus 2015 \\ \\ 407

YOGYAKARTA — Penataan Alun-alun Utara Kota Yogyakarta terus dilanjutkan. Mulai pekan ini, pedagang kaki lima di sekitar alun-alun ditertibkan secara bertahap dan akan disediakan tempat baru untuk berjualan. Penataan itu merupakan bagian dari revitalisasi wilayah Keraton Yogyakarta sebagai kawasan cagar budaya sekaligus tempat tujuan wisata.

"Kami ingin mengembalikan fungsi Alun-alun Utara sebagai ruang publik yang nyaman bagi warga dan wisatawan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah DI Yogyakarta Didik Purwadi, Kamis (30/7), di Yogyakarta.

Alun-alun Utara Yogyakarta merupakan lapangan di sisi utara Keraton Yogyakarta. Pada masa lalu, kawasan itu antara lain dipakai sebagai tempat penyelenggaraan acara keraton yang melibatkan rakyat banyak. Saat ini, Alun-alun Utara menjadi ruang publik yang banyak dikunjungi wisatawan dan dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) serta untuk parkir.

Didik mengatakan, penataan Alun-alun Utara dimulai sejak tahun lalu, diawali dari sisi timur. Saat ini, sebagian besar PKL yang berjualan di trotoar sisi timur alun-alun sudah tidak ada. Enam pekapalan atau pendapa kecil di sisi timur alun-alun juga sudah tak lagi dipakai untuk berjualan.

Berdasarkan pantauan Kompas, Kamis siang, tidak ada lagi PKL yang berjualan di Alun-alun Utara. Namun, di trotoar sisi barat dan utara masih terdapat pedagang yang berjualan. Di beberapa lokasi sekitar alun-alun, tampak petugas satpol PP dan kepolisian berjaga-jaga.

Didik mengatakan, penataan Alun-alun Utara merupakan bagian dari revitalisasi kawasan sekitar Keraton Yogyakarta atau kerap disebut Njeron Beteng. Revitalisasi itu juga mencakup pengaturan lalu lintas dan penataan tempat parkir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan, penataan Alun-alun Utara juga meliputi penataan sistem drainase, penataan jaringan listrik, pengadaan lampu, penggantian paving block, penambahan jalur untuk orang difabel, serta beberapa pekerjaan lain. (HRS)

Sumber: Kompas | 31 Juli 2015

Berikan komentar.