TRP
Pengelolaan Karst Citatah Buka Potensi Ekonomi
04 Agustus 2015 \\ \\ 469

CIMAHI — Pengelolaan kawasan karst Citatah di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dapat membuka pintu bagi banyak potensi ekonomi dan pelestarian lingkungan. Peran aktif pemerintah daerah ditunggu untuk membuat semua potensi itu terwujud.

Demikian informasi yang mengemuka dalam Konferensi Pemuda Konservasi 2015, dengan tema "Penyelamatan Lingkungan di Karst Citatah", Kamis (30/7) di Kota Cimahi, Jawa Barat. Pertemuan dihadiri sejumlah organisasi kepemudaan dan pelestarian lingkungan di kawasan Bandung Raya.

Karst Citatah adalah salah satu kawasan kapur penting di Jabar. Di kawasan ini, manusia prasejarah pernah tinggal. Sumber air bersih juga mengalir di rongga kapur bawah tanah. Namun, beberapa gunung kapur penting, seperti Pabesan, Karang Panganten, dan Pasir Manik, digerus penambangan sejak 1970-an.

Ketua Forum Pemuda Peduli Karst Citatah Deden Syarif Hidayat mengatakan, akhir-akhir ini banyak kemandirian masyarakat tumbuh dan berkembang di sekitar karst Citatah. Kemandirian itu berupa pertanian jambu yang mampu menembus pasar di Jakarta dan Banten, pengelolaan kawasan wisata yang mulai dikenal masyarakat sejumlah daerah di Indonesia, hingga maraknya aktivitas olahraga ekstrem.

"Semuanya dilakukan sendiri dengan mengandalkan semangat dan kemandirian masyarakat," katanya.

Menurut Deden, modal kemandirian itu seharusnya dapat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mengembangkan kawasan karst Citatah menjadi jauh lebih berdaya guna. Ia melihat pemerintah harus terus memperbaiki kinerja, seperti pembuatan kawasan zonasi ketat daerah penambangan dan penegakan hukum bagi pelanggar.

"Apabila hal itu bisa dilakukan, kemandirian masyarakat dan penegakan hukum yang tegas bisa membuat banyak potensi ekonomi berjalan berbarengan dengan pelestarian lingkungan berumur panjang," ujar Deden.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Taman Batu Pasir Pawon, Sukmayadi Suwerna, sangat berharap peran pemerintah mempromosikan kawasan Pasir Pawon. Saat ini masyarakat sudah berhasil menata kawasan Pasir Pawon dengan obyek wisata unggulan taman batu sehingga dikenal banyak wisatawan dari sejumlah daerah. Dalam setahun terakhir, setidaknya ada 73.000 orang mengunjungi kawasan itu.

Pengembangan olahraga ekstrem juga semakin marak di kawasan kapur. Faisal Fahmi, penggiat olahraga ekstrem, mengatakan, saat ini beragam olahraga, mulai dari panjat tebing hingga menguji nyali di atas tali, dikembangkan di wilayah itu.

"Setelah berlatih di karst Citatah, saya memberanikan diri berkompetisi dalam beberapa kejuaraan panjat tebing di beberapa daerah," katanya. (CHE)

Sumber: Kompas | 31 Juli 2015

Berikan komentar.