TRP
PKL dan Parkir Liar Marak
04 Agustus 2015 \\ \\ 475

JAKARTA — Pedagang kaki lima masih marak berjualan di kawasan Pasar Pagi Asemka. Padahal, di sekitar lokasi sudah ditempel spanduk larangan berjualan bagi para PKL.

Berdasarkan pantauan Kompas, Jumat (31/7), pedagang mainan, aksesori, dan makanan masih banyak berjualan di sepanjang Jalan Petak Baru atau di bawah jalan layang Jembatan Lima, Tambora. Spanduk yang dipasang di Pasar Pagi Asemka itu bertuliskan "Pedagang eceran/ kaki lima Pasar Pagi mulai tanggal 17 Juli 2015 pindah ke lokasi sementara di Jalan Ekor Kuning (sebelah Rel Kereta Api) Kelurahan Penjaringan". Namun, nyatanya, masih banyak PKL yang berjualan di lokasi itu.

Kepala Subseksi Perawatan Pasar Pagi Asemka Udiyono mengatakan, para PKL sebenarnya sudah direlokasi ke Jalan Ekor Kuning, Penjaringan. Namun, PKL kembali lagi karena sepi pedagang dan pembeli. Selain itu, akses transportasi di wilayah itu juga terbatas.

Parkir liar

Selain diokupasi PKL, lalu lintas di sekitar Pasar Pagi Asemka memang semrawut karena banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan. Sepeda motor dijajar dua baris di badan jalan, ada pula mobil pribadi, dan mobil boks yang diparkir di pinggir jalan. Akibatnya, pengendara yang melintas membutuhkan waktu cukup lama untuk lewat jalan tersebut. Untuk jarak sekitar 100 meter, dibutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam. Kendaraan harus mengantre karena padatnya kendaraan yang parkir serta pengunjung yang berlalu lalang di lokasi tersebut.

Sebagian tukang parkir di lokasi itu tidak memakai seragam biru yang menandakan identitasnya sebagai petugas parkir resmi. Rata-rata petugas parkir mematok Rp 3.000 bagi pengendara sepeda motor.

Dinia (22), pembeli di Pasar Asemka, mengaku terganggu dengan kemacetan lalu lintas di Pasar Pagi Asemka. Pada saat ramai, ia butuh 25-40 menit untuk keluar dari lokasi tersebut. Ia berharap pemerintah menertibkan parkiran liar di Pasar Pagi Asemka.

Kepala Dinas UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi menuturkan, pihaknya segera menertibkan PKL dan parkir liar di Pasar Pagi Asemka. Anggaran senilai Rp 1,9 miliar untuk merelokasi PKL dan parkir liar sudah cair. Nilai total Rp 1,9 miliar itu untuk menertibkan tiga kawasan, yaitu Pasar Pagi Asemka, Pasar Kebayoran Lama, dan Pasar Gembrong.

Sementara itu, terhitung Sabtu (1/8) ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperketat parkir di atas jalan di seluruh wilayah dengan tarif Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 2.000 untuk sepeda motor. Pengetatan ini ditempuh selama masa transisi sebelum penerapan terminal parkir elektronik. (DEA/WIN)

Sumber: Kompas | 01 Agustus 2015

Berikan komentar.