TRP
Pemerintah Bertekad Tertibkan Alih Fungsi Liar
28 Juli 2015 \\ \\ 495

JAKARTA — Puluhan bangunan di Jalan Suryo Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah beralih fungsi dari hunian menjadi lokasi usaha dan pendidikan. Alih fungsi bangunan memunculkan masalah, seperti parkir liar dan kepadatan lalu lintas.

Pada Jumat (24/7) siang, terlihat puluhan rumah penduduk di Jalan Suryo Raya dipakai untuk restoran, salon, butik, sekolah swasta, dan kafe. Tempat usaha dan pendidikan tersebut dioperasikan di rumah penduduk yang sudah direnovasi.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Penataan Kota Jakarta Selatan Syukria, Kamis (23/7), menuturkan, ada 138 rumah di Jalan Suryo Raya dan sekitarnya yang sudah beralih fungsi menjadi tempat usaha. Dalam waktu dekat, Syukria akan mengirimkan surat peringatan kepada pemilik bangunan untuk mengembalikan fungsi rumah seperti semula.

"Kalau setelah surat peringatan bangunan masih dialihfungsikan, terpaksa kami akan menyegel dan membongkar bangunan," katanya.

Menurut Syukria, sepanjang Juni hingga Juli 2015, 50 bangunan di wilayah Jakarta Selatan dibongkar karena menyalahi fungsinya. Di Jalan Bakti, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, misalnya, sembilan bangunan berupa ruang pamer mobil, restoran, dan perkantoran disegel. Selain karena masalah alih fungsi lahan, bangunan itu didirikan tanpa izin, tak sesuai izin, atau memakai lahan yang seharusnya menjadi fasilitas publik.

Dian (22), karyawan restoran bebek di Jalan Suryo Raya, mengatakan, sejak enam tahun lalu pengelola restoran menyewa tempat tinggal di Jalan Suryo Raya untuk dijadikan tempat usaha.

Pengelola kemudian merenovasi rumah penduduk agar sesuai untuk restoran. Tiga kamar di rumah itu dibongkar. Setiap kamar diisi meja dan kursi untuk tempat duduk konsumen. Jendela rumah dipasang plastik pelapis berwarna gelap.

Selain itu, pengelola juga memasang empat unit penyejuk ruangan di dalam restoran. Menurut Dian, bangunan itu sebelumnya juga disewa untuk restoran makanan khas Palembang.

Dandy (34), warga Kebayoran Baru, mengatakan, banyak rumah di Jalan Suryo Raya yang beralih fungsi menjadi restoran dan kafe. "Harga sewa rumah Rp 500 juta-Rp 700 juta per dua tahun," kata pria yang bekerja sebagai juru parkir itu.

Menurut Dandy, pengelola restoran merenovasi rumah agar sesuai dengan rancangan yang mereka inginkan. Praktik renovasi rumah menjadi tempat usaha itu sudah berlangsung lebih dari lima tahun. "Kalau restoran tidak laku, biasanya disewa pengelola restoran lain," katanya.

Setiap hari tempat-tempat usaha di Jalan Suryo Raya ramai dikunjungi karyawan perkantoran di kawasan SCBD dan Senayan. Para pengunjung memarkir kendaraan di depan restoran dan kafe.

Saat restoran ramai, pengunjung terpaksa memarkir kendaraan di badan jalan. Kondisi ini menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Suryo Raya.

Camat Kebayoran Baru Edy Suherman menuturkan, secara keseluruhan, lebih dari 200 bangunan di wilayahnya sudah beralih fungsi. Rumah-rumah yang beralih fungsi kebanyakan berada di Kelurahan Selong, Kramat Pela, dan Petogogan. "Tempat usaha itu jelas-jelas sudah beroperasi tanpa izin karena tak sesuai fungsinya," katanya.

Meski beroperasi tanpa izin, sejumlah tempat usaha tersebut tetap membayar pajak. Konsumen yang memesan makanan dan minuman di sejumlah restoran di Jalan Suryo Raya tetap dibebani pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Kawasan Kota Tua

Di Jakarta Barat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tamansari, Purnama, Jumat, mengatakan, pada Rabu (29/7) pekan depan pihaknya akan menertibkan bangunan liar di Jalan Mangga Besar 1.

"Pengosongan di kawasan Taman Fatahilah, Museum Jakarta, Kota Tua, sudah kami lakukan sejak Rabu lalu sampai sekarang," tuturnya.

Pengamatan Kompas, suasana kumuh penuh pedagang asongan di kawasan wisata itu mulai berkurang.

Purnama mengatakan, Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat akan memagar tinggi kawasan Kota Tua di sekitar Taman Fatahillah. "Pemagaran bakal mirip yang di Monas," tuturnya.

Setelah pagar berdiri, kunjungan ke kawasan tersebut dibatasi sampai pukul 24.00. Dua pintu gerbang di pagar kemudian akan digembok. (DNA/WIN)

Sumber: Kompas | 25 Juli 2015

Berikan komentar.