TRP
Pengembang Lirik Cipali
27 Juli 2015 \\ \\ 642

Lahan Sekitar Jalan Tol Sudah Mulai Dibeli

JAKARTA — Pengoperasian Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali sebagai bagian dari tol Trans-Jawa membuat kawasan di sekitar jalan tol tersebut berpotensi menjadi kawasan industri. Para pengembang kawasan industri telah melirik kawasan itu. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana tata ruang wilayah yang jelas di kawasan sekitar Cipali.

Jalan Tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer menyambung ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek ke arah timur. Tol Cipali melewati lima kabupaten, yakni Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

"Untuk industri manufaktur di sebelah timur Jakarta, seperti Kabupaten Bekasi dan Karawang, kawasan sudah berkembang dan ketersediaan lahan menyusut. Dengan adanya lanjutan jalan tol, pasti akan diikuti dengan pengembangan kawasan industri," kata Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar di Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Sanny, ketersediaan infrastruktur Jalan Tol Cipali akan membuat wilayah di sekitarnya dilirik pengembang kawasan industri. Apalagi, ada rencana pembangunan pelabuhan di wilayah Indramayu dan pembangunan bandara di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, yang akan memudahkan distribusi barang.

Sanny menambahkan, sudah ada beberapa pengembang kawasan industri yang membeli lahan, terutama di kanan-kiri Jalan Tol Cipali, di wilayah Kabupaten Subang. Beberapa pengembang itu adalah pengembang yang sudah mengelola kawasan industri di tempat lain.

"Pengembang untuk kawasan industri membutuhkan pengalaman membuat perencanaan, membangun infrastruktur dan utilisasinya, serta mencari pasar. Pasar biasanya melihat reputasi pengembang," kata Sanny. Agar kawasan industri bisa dikembangkan, pemerintah daerah perlu menyiapkan rencana tata ruang. Rencana tata tuang dapat memberikan kepastian bagi pengembang berinvestasi.

Pengembangan strategis

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, wilayah Jakarta-Cirebon menjadi bagian dari 35 wilayah pengembangan strategis. Wilayah Subang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pelayanan jasa dengan Kecamatan Kalijati sebagai kawasan industrinya.

Dalam kunjungan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR Hermanto Dardak ke Subang, pekan lalu, diperoleh informasi, 10.000 hektar zona industri yang disediakan di Kabupaten Subang sudah mau habis. "Sekarang, kepadatan untuk bisnis dan perumahan menjangkau ke arah timur dan barat. Ke depan, pengembangan wilayah akan disesuaikan dengan pergerakan pasar," katanya. (NAD)

Sumber: Kompas | 22 Juli 2015

Berikan komentar.