TRP
Proyek Drainase Multifungsi Dilanjutkan
15 Juli 2015 \\ \\ 540

SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, sejak 2009 memiliki terobosan dalam mengatasi banjir sekaligus kemacetan, yaitu membangun saluran drainase, sekaligus berfungsi sebagai jalan raya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sepakat melanjutkan pengerjaan konstruksi proyek ini sampai ke Kali Lamong di perbatasan Surabaya dan Kabupaten Gresik.

"Proyek ini manfaatnya besar dan mudah-mudahan bisa diteruskan sampai ke Kali Lamong secara bertahap," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono ketika meninjau proyek itu, Selasa (14/7).

Ia juga menyempatkan diri melihat proyek itu sebelum menghadiri acara penyerahan perjanjian dana talangan ganti rugi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Basuki mengatakan, pengerjaan proyek itu tidak banyak kendala karena pembebasan lahan juga sudah selesai. Saat ini, pengerjaan proyek itu tinggal menunggu persetujuan anggaran dari DPR. Dalam proyek itu, Pemerintah Kota Surabaya bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan dan pemerintah pusat mengerjakan konstruksinya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam kesempatan itu mengatakan, pengerjaan proyek itu tinggal 5 kilometer lagi. Sejak 2009, proyek drainase yang lebih dikenal dengan proyek box culvert oleh masyarakat Surabaya itu sudah dikerjakan sepanjang 12 kilometer.

"Proyek ini belum tuntas karena memang uangnya terbatas," kata Risma. Untuk pengerjaan sepanjang 1 kilometer saja, dibutuhkan anggaran Rp 80 miliar. Artinya, jika kurang 5 kilometer, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 400 miliar.

Menurut Risma kawasan untuk pembangunan proyek itu pada awalnya merupakan saluran irigasi untuk mengairi sawah. Namun, sungai itu kemudian dibuat drainase karena kerap menyebabkan banjir di kawasan itu. Permukaan air sungai lebih tinggi dibandingkan dengan jalan dan perumahan di wilayah tersebut.

Pembuatan drainase itu kemudian dilakukan dengan metode pemasangan box culvert atau kerangka beton bertulang berbentuk segi empat. Apabila disusun, box culvert itu membentuk gorong-gorong yang kokoh. Oleh karena itu, di atasnya dapat difungsikan sebagai jalan raya.

Risma menjelaskan, izin untuk mengubah saluran irigasi itu menjadi saluran drainase sudah ia lakukan selama lima tahun sejak ia masih menjadi Kepala Bagian Bina Bangunan Kota Surabaya.

Saluran drainase itu juga difungsikan sebagai jalan raya karena kawasan Banyu Urip itu merupakan kawasan padat dan merupakan daerah yang dilewati masyarakat yang hendak ke Surabaya barat atau ke Gresik. Dengan difungsikan sebagai jalan raya, kemacetan di daerah itu dapat teratasi. (DEN)

Sumber: Kompas | 15 Juli 2015

Berikan komentar.